Kompas.com - 23/12/2021, 15:15 WIB

Apa saja?

Butuh banyak waktu dan tenaga

Program bayi tabung membutuhkan banyak waktu dan tenaga sampai akhirnya berhasil.

“IVF adalah proses padat karya dengan banyak kunjungan dokter,” Eve Feinberg, M.D., direktur medis Northwestern Medicine Fertility and Reproductive Medicine Highland Park di AS.

Sebagai tahap awal, kita harus mengkonsumsi obat dalam durasi tertentu untuk merangsang ovarium untuk menghasilkan banyak sel telur. Kita juga harus melakukan pemeriksaan darah dan USG hampir setiap hari.

Baca juga: Siti Nurhaliza Lahirkan Bayi Tabung di Usia 42 Tahun, Apa Risikonya?

Setelah itu, dokter akan mengeluarkan sel telur dari indung telur, dengan anestesi umum, untuk menggabungkannya dengan sperma pasangan di laboratorium.

Beberapa waktu setelahnya, embrio akan ditempatkan kembali di rahim untuk berkembang menjadi janin jika berhasil.

Perlu pemeriksaan kesehatan lengkap sebelumnya

Pasangan yang berniat menjalani program bayi tabung harus dipastikan dalam kondisi sehat.

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh sangat diperlukan termasuk memastikan risiko tekanan darah tinggi atau diabetes.

“Mencapai berat badan yang sehat, membatasi asupan alkohol, dan berhenti merokok dan penggunaan zat lainnya dapat sangat meningkatkan tingkat keberhasilan IVF,” kata Deidre D. Gunn, M.D.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.