Kompas.com - 27/01/2022, 14:36 WIB

KOMPAS.com - Remaja yang kecanduan TikTok berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi dan kecemasan.

Penggunaan berlebihan aplikasi ini juga dapat mengurangi kapasitas memori kerja di otak, misalnya kesulitan mengingat urutan angka.

Defisit memori ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan depresi dan kecemasan.

Kesimpulan ini diambil berdasarkan penelitian dua peneliti psikologi China yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health.

Baca juga: TikTok Prediksi Tren Mode Tahun 2010-an Akan Kembali, Benarkah?

Studi difokuskan pada TikTok, aplikasi buatan China yang sukses menyaingi popularitas Twitter dan Instagram.

Saat ini, ada setidaknya 1,5 miliar pengguna TikTok di seluruh dunia dan terus bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan.

TikTok memungkinkan pengguna, yang mayoritasnya remaja, untuk berbagi dan menonton video pendek di smartphone.

Riset ini dilakukan membagikan kuesioner kepada 3.036 siswa sekolah menengah di China yang secara teratur menggunakan TikTok.

Kuesioner ini menilai sejauh mana kecanduan TikTok yang terjadi pada remaja serta kaitannya dengan depresi, kecemasan, dan stres.

Para remaja ini juga diminta untuk menyelesaikan tes rentang digit maju dan mundur untuk menilai memori kerja verbal.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber PsyPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.