Kompas.com - 27/01/2022, 18:40 WIB

Durasinya amat singkat, hanya 15 detik namun bisa membuat kita ketagihan sehingga menghabiskan waktu berjam-jam.

Baca juga: TikTok Cari Solusi Melawan Tantangan Viral dan Hoaks Berbahaya

Dr. Julie Albright, sosiolog yang fokus pada komunikasi dan budaya digital, mengatakan kita mungkin mendapatkan konten yang menyenangkan dan menarik perhatian saat pertama kali menjelajah TikTok.

“Dan Anda mendapatkan sedikit dopamin di otak ... di pusat kesenangan otak. Jadi Anda ingin terus menggulir," ujarnya.

Namun kita juga akan menemukan hal yang tidak disukai sehingga terus menggulir ke konten berikutnya.

Sifatnya sangat mirip dengan mesin slot perjudian di Las Vegas, kata Julie, yang berstatus profesor di University of Southern California, AS.

Aplikasi TikTok, sama seperti Instagram, Snapchat, dan Facebook, telah mengadopsi prinsip yang sama yang membuat perjudian menjadi kecanduan.

“Dalam istilah psikologis [itu] disebut penguatan acak. Itu berarti terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah," katanya.

Menurutnya, berbagai platform media sosial ini memiliki kualitas adiktif yang sama seperti perjudian.

TikTok memberikan dampak paling besar bagi pengguna remaja

Dr. Julie Albright menyampaikan, kecanduan TikTok paling berpengaruh pada otak yang masih muda dan masih dalam tahap perkembangan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.