Kompas.com - 04/03/2022, 10:00 WIB

Sedangkan, beberapa orang mungkin kesulitan berpuasa selama itu dan perlu mengurangi durasi puasa mereka.

Metode diet puasa

Kita perlu mengetahui metode diet intermiten yang cocok agar dapat memertahankan nutrisi dalam diet secara keseluruhan dan tidak merugikan diri sendiri nantinya.

Baca juga: Diet Intermiten Gagal, Cari Tahu Sebabnya

"Penurunan berat badan bukanlah pendekatan yang general untuk setiap orang," kata Taylor.

"Diet intermiten mungkin diet berkelanjutan bagi sebagian orang, sedangkan sebagian lain menyadari pendekatan ini tidak cocok bagi mereka."

Taylor menjelaskan beberapa metode diet intermiten yang populer.

1. Makan dengan batasan waktu 16/8 atau 14/10

Pada metode ini, kita mengatur jendela (window) puasa dan makan.

Misalnya, kita berpuasa selama 16 jam dan hanya makan delapan jam dalam sehari.

"Karena kebanyakan orang berpuasa saat tidur, metode ini populer," ungkap Taylor.

"Ini lebih mudah, karena kita memperpanjang puasa semalam dengan melewatkan sarapan dan tidak makan sampai makan siang."

"Metode puasa ini lebih aman bagi banyak orang yang tertarik untuk mencoba diet intermiten pertama kalinya," imbuh dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.