Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sarapan, Momen Makan yang Paling Penting, Benarkah?

Kompas.com - 08/05/2022, 13:31 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

• Peningkatan kolesterol low-density lipoprotein (LDL)

Sekali lagi, kelompok studi khusus ini hanya dapat menunjukkan, mereka yang sarapan cenderung memiliki penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolisme yang disebutkan di atas.

Tapi, itu tidak dapat membuktikan bahwa sarapan adalah penyebabnya.

Namun, analisis data pada lebih dari 30.000 orang Amerika Utara menunjukkan, orang yang melewatkan sarapan mungkin kehilangan nutrisi penting di antaranya asam folat, kalsium, besi, vitamin A, B1, B2, B3, C, dan D.

Terlebih lagi, satu uji coba kontrol acak yang diterbitkan pada tahun 2017, yang mencakup 18 peserta dengan diabetes tipe 2, dan 18 peserta sehat menemukan bahwa melewatkan sarapan menyebabkan ritme sirkadian yang terganggu di kedua kelompok.

Baca juga: 4 Menu Sarapan yang Bantu Lenyapkan Perut Buncit, Mau?

Mereka yang melewatkan sarapan juga mengalami lonjakan kadar glukosa darah yang lebih besar setelah makan.

Dengan demikian, penulis studi pun menyarankan, makan sarapan sangat penting untuk menjaga jam internal kita berjalan tepat waktu.

Sarapan tidak berdampak pada penurunan berat badan

Meskipun banyak orang melaporkan peningkatan rasa kenyang setelah sarapan, penelitian menunjukkan, mereka yang melewatkan atau mengonsumsi sarapan sama-sama memiliki total asupan kalori harian yang hampir sama.

Uji coba kontrol acak lainnya yang dilakukan selama empat bulan menguji efektivitas rekomendasi untuk makan atau melewatkan sarapan pada penurunan berat badan pada 309 orang dewasa obesitas yang mencoba menurunkan berat badan.

Di akhir penelitian, peneliti menyimpulkan, sarapan ternyata tidak memiliki dampak signifikan terhadap penurunan berat badan dibandingkan dengan tidak sarapan.

Menurut ulasan 2019 dari 13 uji coba kontrol acak yang diterbitkan di The BMJ, sarapan mungkin bukan strategi penurunan berat badan yang baik.

Para peneliti pun menambahkan, kehati-hatian harus digunakan ketika merekomendasikan sarapan untuk menurunkan berat badan karena mungkin sebenarnya memiliki efek sebaliknya.

Namun, penting untuk dicatat, tinjauan ini memang memiliki keterbatasan.

Sebab, jenis makanan yang dikonsumsi tidak dimasukkan dan durasi penelitian tidak terlalu lama.

Selain itu, para peneliti tidak menyebutkan perlunya studi tambahan untuk menentukan efek jangka panjang dari melewatkan sarapan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com