Kompas.com - 07/07/2022, 16:13 WIB

KOMPAS.com - Belum lama ini, Brad Pitt mengakui dalam sebuah wawancara dengan GQ bahwa dia mengidap gangguan prosopagnosia.

Aktor Hollywood berusia 58 tahun itu mengatakan, meski belum sempat ke dokter untuk mendiagnosisnya, tapi gangguan itu membuat dia kesulitan dalam mengenali wajah orang lain.

Menurut laporan Neurological Disorders and Stroke, prosopagnosia adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan ketidakmampuan mengenali wajah atau agnosia wajah.

Melansir dari Fox News, laporan itu menyatakan gangguan ini memiliki potensi perkembangan yang lebih luas, diperkirakan 1-2 persen dari populasi AS memiliki kondisi seperti Brad Pitt.

Dr. Brad Duchaine, seorang profesor ilmu psikologi dan otak di Dartmouth College, Hanvover, menyatakan, kesulitan mengenali wajah seseorang itu biasanya tanpa dibarengi gangguan indra penglihatan.

Dengan kata lain, pasien bukan memiliki masalah pada visualnya, seperti rabun atau buram, melainkan ada sesuatu yang salah di otak dalam memproses sesuatu. 

"Pengenalan wajah tergantung pada jaringan di area otak yang saling berhubungan di lobus oksipital dan temporal," kata dia.

"Ketika jaringan itu tidak berfungsi dengan baik, orang tersebut akan memiliki masalah dengan pemroses wajah atau mengenali seseorang."

Penyebab dari kondisi tersebut sebenarnya diperlukan penelitian lebih lanjut.

Tapi secara umum, prosopagnosia disebabkan oleh malfungsi bagian otak tertentu, kerusakan otak, kegagalan dalam mengembangkan jaringan atau degenerasi.

Baca juga: Brad Pitt Akui Sering Mimpi Buruk, Kenali Tips Mengatasinya

Apakah penyakit ini dialami sejak lahir atau berkembang seiring waktu?

 

Perbedaan akan kemampuan seseorang dalam mengenali wajah dipicu oleh faktor genetik.

Kata Dr. Duchaine, faktor keturunan memengaruhi potensi dan tingkat risikonya.

"Prosopagnosia sering diturunkan dalam keluarga. Kemungkinan besar faktor genetik berperan dalam munculnya kasus ini," papar dia.

Sementara itu dalam beberapa kasus, beberapa orang mengalami kesulitan mengenali wajah di awal kehidupannya.

Mereka yang kesulitan mengenali wajah orang lain juga dikaitkan dengan risiko kecemasan, karena ada banyak masalah akibat gangguan itu, terutama di kehidupan sosial.

Kondisi tersebut lantas membuat orang dengan prosopagnosia cenderung menarik diri.

Dalam sebuah wawancara terpisah, seorang pasien prosopagnosia mengungkapkan bagaimana menjadi orang yang mengalami kesulitan mengenali wajah orang lain.

"Siapa itu? Saya tidak tahu. Saya bisa duduk makan siang berdiskusi dengan seseorang untuk sebuah proyek."

"Ketika bertemu di lain kesempatan, saya tidak bisa mengenali orang yang pernah saya temui sebelumnya," kata pengidap prosopagnosia.

Baca juga: Brad Pitt Ungkap Alami Depresi Selama Bertahun-tahun

Cara mendiagnosis prosopagnosia

Ilustrasi mendengarkan atau konsultasi dari orang yang mengalami trauma kekerasan seksual.SHUTTERSTOCK/Makistock Ilustrasi mendengarkan atau konsultasi dari orang yang mengalami trauma kekerasan seksual.

Untuk mengetahui seseorang yang mengalami prosopagnosia, ada rangkaian tes yang akan diberikan dokter terkait.

Biasanya berupa tes pengenalan wajah yang sangat familiar. Misalnya mengenali wajah selebritas atau wajah orang-orang di sekitarnya, termasuk orangtua, keluarga, teman atau kerabat lain.

"Peserta mempelajari satu set wajah di awal tes, kemudian harus mengenalinya lagi di tes selanjutnya," papar Duchaine.

Ketika sudah mendapatkan diagnosis dari dokter, biasanya pasien akan diberikan panduan untuk melanjutkan pengobatan secara medis yang berhubungan dengan memperbaiki fungsi otak.

Baca juga: Gandeng Brad Pitt dan Lewis Hamilton, Apple Garap Film soal F1

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Foxnews


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.