Kompas.com - 06/08/2022, 14:11 WIB

KOMPAS.com - Sepeda lipat Brompton memang dirancang untuk kebutuhan komuter di mana pemakainya mengombinasikan sepeda tersebut dengan angkutan massal saat bertransportasi.

Namun demikian, bukan berarti sepeda buatan tangan asal Inggris ini tak bisa dipakai untuk bersepeda jarak jauh, bahkan sangat jauh.

Hal itulah yang sudah dibuktikan dan akan kembali dibuktikan oleh tiga pesepeda lipat dari komunitas Brompton Monas Cyclist (BMC) Jakarta, mulai Minggu (7/8/2022) besok.

Ketiga pesepeda itu adalah Sandi Adila yang biasa disapa Aseng (39), Hendriyanto Wijaya alias Toto (36) dan Andre Leman alias Ale (51).

Baca juga: Varian Sepeda Lipat Brompton Segera Berganti Nama, Ada Apa?

Mereka bakal berlaga di ajang sepeda ultra internasional London-Edinburgh-London (LEL) 2022 pada hingga 12 Agustus 2022.

LEL adalah sebuah ajang bersepeda jarak jauh legendaris yang sudah digelar sejak tahun 1989.

Peserta harus menempuh jarak sejauh 1.519,2 kilometer dari London ke Edinburgh di Skotlandia lalu kembali lagi ke London.

Sebagai gambaran, jarak dari Ujung Kulon, di Banten hingga Denpasar di Bali adalah 1.413,8 kilometer.

Selain jarak yang sedemikian jauh, elevation gain dalam rute ini tercatat mencapai 13.295 meter, dengan batas waktu (cut of time) selama 125 jam sejak start pada Minggu siang (12.00 WIB).

"Mau berhentinya kapan, mau istirahatnya kapan, mau gowes- nya seberapa cepet, mau minumnya kapan, mau makannya kapan, itu semua diatur masing-masing oleh setiap peserta," kata Aseng.

"Yang penting itu di setiap pitstop tidak terkena batas akhir waktu (cut of time)," sambung dia.

Baca juga: Lebih Ringan 1,5 Kg dari Baja Sejenis, Ini Wujud Sepeda Baru Brompton

"Kita bisa bilang ini perjalanan seorang pesepeda untuk membuktikan diri bahwa dia bisa survive selama menempuh perjalanan selama 1.500 kilo ini," sambung Ale

Sesungguhnya, dalam event endurance ini para peserta dibebaskan untuk menggunakan sepeda jenis apa pun, namun ketiganya memilih menggunakan sepeda Brompton.

Pemilihan sepeda dengan ukuran ban 16 inci ini tentu menjadi tantangan tersendiri.

Artinya mereka harus berusaha lebih keras dibanding peserta yang menggunakan ban-ban ukuran besar, seperti 700c atau 650b misalnya.

Ale mengaku, mereka hanya memodifikasi bagian chainring menjadi ganda, untuk kebutuhan di jalan menanjak.

Selebihnya, ketiga Brompton yang mereka pakai masih dalam kondisi standar pabrikan.

"Kita sebenarnya ingin membuktikan bahwa Brompton itu walaupun dibilang hanya untuk komuter, sepeda Brompton itu bisa dipakai untuk segala macam medan," ujar Ale.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.