Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkat Kecemasan Meningkat Saat Menstruasi, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 30/01/2023, 15:10 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Byrdie

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar wanita, menstruasi mungkin menjadi siklus bulanan yang bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman.

Baik itu hari-hari menjelang menstruasi maupun saat siklus terjadi, semuanya dapat menimbulkan berbagai gejala seperti rasa sakit secara fisik hingga perubahan suasana hati.

Baca juga: Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?

Bahkan, tak jarang ada juga mengalami peningkatan kecemasan yang menambah ketidaknyamanan saat menstruasi.

Para ahli pun menjelaskan apa yang menyebabkan kecemasan meningkat selama menstruasi dan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak pemaparannya seperti yang dilansir dari Byrdie berikut ini.

Penyebab kecemasan meningkat selama menstruasi

Jika tingkat kecemasan kita meningkat sebelum atau selama menstruasi, kemungkinan besar ini bukan hanya kebetulan yang tidak menguntungkan.

"Karena perbedaan kimiawi otak dan dampak hormon seperti estrogen dan progesteron, wanita sudah lebih mungkin menderita gangguan kecemasan dan bahkan serangan panik dibandingkan pria," jelas seorang dokter dan pendiri Hall Center di Santa Monica, California, Dr Prudence Hall.

"Dan hal ini pasti akan lebih terasa sebelum dan selama menstruasi," sambung dia.

Menurut Hall, hormon mengontrol dan mengatur tubuh, serta kesehatan mental kita.

Akibat dari perubahan hormon, PMS (sindrom pramenstruasi) bisa mengganggu dan mengacaukan keseimbangan tersebut, yang sering kali memicu gejala-gejala seperti meningkatnya kecemasan.

Tidak yakin apakah kita mengalami beberapa gejala umum PMS?

Baca juga: Obat untuk Gatal Vagina Saat Menstruasi Berdasarkan Penyebabnya

Seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) dan salah satu pendiri URJA Intimates, Dr Sheryl A. Ross, MD menguraikan apa yang harus diwaspadai, yakni:

• Perubahan suasana hati

• Kecemasan

• Depresi

• Kemarahan

• Sering menangis

• Merasa tidak berharga

Apabila kita pernah mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala hingga berminggu-minggu sebelum menstruasi, kemungkinan besar emosi ini disebabkan oleh PMS.

Cara mengatasi kecemasan

Hall dan Ross memiliki beberapa rekomendasi untuk membantu kita merasa lebih baik saat kecemasan meningkat.

Dua pendekatan holistik adalah merombak pola makan dan gaya hidup.

Menurut Hall, diet anti-inflamasi yang kaya akan buah dan sayuran, serta rendah produk hewani dapat membantu meringankan efek PMS yang memicu kecemasan.

Dia juga merekomendasikan untuk menghindari alkohol dan kafein.

Selain itu, tetap aktif dengan berolahraga dan meluangkan waktu untuk beristirahat dengan latihan mindfulness seperti yoga dan meditasi juga dapat membantu tubuh menemukan keseimbangan.

Tidur yang cukup setiap malam juga sangat penting.

Demikian pula, seorang neuropsikolog yang berbasis di New York, Dr Sanam Hafeez mengatakan, penelitian menunjukkan kalsium dan vitamin B6 efektif dalam meringankan gejala fisik dan psikologis PMS.

"Mengonsumsi karbohidrat kompleks juga membantu mengatasi PMS," kata dia.

Jika kita mengonsumsi pil KB dan mencari strategi yang lebih agresif, Hall menyarankan untuk berhenti mengonsumsi pil KB dan beralih ke alternatif lain yang mungkin bekerja lebih baik.

Dia juga mencatat, testosteron -hormon yang secara tradisional dikaitkan dengan pria, sangat penting bagi wanita.

Di antara sekian banyak efek testosteron, Hall mencatat peran kuncinya dalam mengatur rasa percaya diri dan menambahkan bahwa kadar testosteron, seperti halnya estrogen, juga dikekang oleh kontrasepsi oral.

Pada akhirnya, Hall menemukan bahwa ketika pasien berhenti minum pil KB, kadar estrogen dan testosteron meningkat sehingga kecemasan serta gejala lainnya, seperti rasa rendah diri akan menurun.

Untuk menormalkan kondisi hormonal tubuh, Hall juga menyarankan untuk bertanya kepada dokter tentang estrogen bioidentik atau suplemen makanan alami yang dapat membantu memerangi kecemasan, meningkatkan pola tidur yang lebih sehat, dan memperbaiki pencernaan.

Cara mencegah kecemasan

Meskipun mencegah kecemasan tidak sepenuhnya dapat dilakukan, ada beberapa kebiasaan gaya hidup yang dapat dicoba.

Ross menjelaskan apa yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah kecemasan dengan perubahan pola makan yang bermanfaat bagi gejala PMS lainnya:

• Minum 2-3 liter air sehari dan menambahkan jahe ke dalam air panas diketahui dapat membantu

• Tetap terhidrasi dengan mengonsumsi makanan berbahan dasar air (termasuk stroberi, blueberry, seledri, mentimun, selada, dan semangka)

• Mengonsumsi makanan sehat termasuk buah-buahan dan sayuran segar, ikan, ayam, dan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian dan beras merah

• Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung kalsium, vitamin E dan D, tiamin, magnesium, serta minyak ikan omega-3

• Mengonsumsi makanan yang bersifat diuretik alami seperti seledri, mentimun, semangka, tomat, asparagus, jus lemon, bawang putih, melon, dan selada

• Minumlah teh hijau yang dapat membuat rileks dan merupakan diuretik alami

• Berolahraga empat hingga enam kali seminggu selama minimal 30 menit

• Batasi konsumsi alkohol

• Makanlah makanan yang kaya kalsium atau konsumsi suplemen kalsium untuk mengurangi kram otot.

Baca juga: Makanan Pedas Harus Dihindari saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?

Ross juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 1.000 mg per hari keju, yoghurt, susu, biji bunga matahari, bayam, kedelai, kangkung, kacang almond, wijen, dan tahu sebagai sumber kalsium yang sangat baik.

Di samping itu, minum air hangat atau air panas bisa membantu mengendurkan otot-otot rahim.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter

Selama kecemasan, depresi, dan mudah marah menghilang setelah menstruasi dimulai, semua gejala ini dianggap sebagai tanda normal PMS.

Namun, apabila perubahan emosional ini berlanjut setelah menstruasi, itu mungkin menunjukkan adanya masalah medis yang lebih mendasar, yaitu disfungsi psikologis.

"Gangguan disforik pramenstruasi (PMDD) adalah suatu kondisi di mana perubahan emosional — seperti kecemasan, depresi, dan mudah marah — mulai mengganggu pekerjaan maupun kehidupan pribadi," teramg Ross.

"Obat-obatan yang mengobati depresi dan kecemasan sering diresepkan untuk mereka yang mengalami PMDD," imbuh dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Byrdie


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com