Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2024, 19:35 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

Sumber Unicef

KOMPAS.com - Selain di rumah, sekolah merupakan tempat bagi anak-anak untuk belajar disiplin. Sikap disiplin tidak terbentuk secara instan, melainkan membutuhkan proses yang penuh kesabaran. 

Sebagai pengganti orangtua di sekolah, sosok guru perlu mengetahui cara mendisiplinkan anak di sekolah tanpa kekerasan. Tanpa kekerasan, anak-anak bisa menerapkan disiplin positif yang berangkat dari kesadaran diri. 

Baca juga:

Mendisiplinkan anak di sekolah tanpa kekerasan

1. Tegas dan penuh kasih sayang 

Praktisi Psikologi Anak, Aninda, S.Psi, M.Psi.T., menuturkan cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan adalah guru harus tegas namun tetap penuh kasih sayang. Sebab, seorang guru merupakan pengganti orangtua di sekolah. 

“Guru adalah sosok pengganti orangtua manakala anak di sekolah, sehingga penerapan pendisiplinannya pun perlu keseimbangan antara ketegasan dan kasih sayang,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, dikutip Jumat (23/2/2024). 

Dengan demikian, diharapkan anak-anak lebih mudah diatur dan mau mengikuti aturan yang ada di sekolah.

2. Disiplin positif 

Melansir dari situs Unicef, sangat penting bagi orangtua maupun guru untuk menerapkan pendekatan disiplin positif. 

Lucie Cluver, Profesor Anak dan Keluarga di Universitas Oxford menuturkan, pendekatan disiplin positif dapat membantu membangun hubungan positif dengan anak-anak dan mengajarkan keterampilan seperti tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin diri.

Disiplin positif dilakukan tanpa kekerasan, seperti membentak, memukul, berteriak, dan sebagainya. Sebab, mendisiplinkan anak dengan kekerasan tersebut tidak akan berhasil, justru bisa lebih merugikan daripada menguntungkan dalam jangka panjang.

Berteriak dan memukul secara berulang-ulang bahkan dapat berdampak buruk pada seluruh hidup anak,” ujar Cluver dilansir dari situs Unicef

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)

Halaman:
Sumber Unicef
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com