Salin Artikel

Kolaborasi Motif Batik Indonesia dengan Ikon Dunia

KOMPAS.com - Setelah 12 tahun batik dari Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan tak benda, motif batik semakin mudah dijumpai dalam berbagai produk mode.

Selain pakaian, motif batik juga dipakai di tas, casing gawai, masker penutup hidung, dan sepatu.

Motif batik baru pun bermunculan agar bisa diterima generasi muda.

Seperti yang dilakukan oleh Garuda Kencana Batik. Lewat program bertajuk Batik For The World, merek batik ini bersama majalah berbasis di Singapura Tatler, mencoba mengulik keindahan motif batik khas Nusantara dengan ikon-ikon dunia, dari Eropa hingga Afrika.

Pendiri Garuda Kencana Batik, Yos Christian Addyputra mengatakan, pihaknya berharap agar batik semakin dikenal di dunia melalui para diplomat negara sahabat.

“Saya berkolaborasi dengan 17 duta besar negara sahabat. Masing-masing mengenakan batik yang sudah kami desain dengan ikon-ikon kultural dan budaya negara masing-masing. Inspirasi saya adalah betul-betul ini batik untuk dunia. Bukan hanya batik Indonesia pada umumnya yang diberikan kepada mereka," kata Yos Christian dalam keterangan pers.

Beberapa motif batik yang ia desain antara lain Batik Gurdo Petra Kembangan. Dalam motif ini kemegahan tempat bersejarah Petra di Yordania dilebur dengan motif batik berbentuk Garuda.

Untuk menambah keindahan batik, Yos memberikan sentuhana lain yaitu bunga iris hitam atau black iris sebagai bunga nasional Yordania.

Untuk Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Cameran Mackay, Yos membuat motif batik Totem Mega Mendung.

Dalam rancangannya, Yos memasukkan motif tiang totem khas bangsa pribumi asli tanah Kanada, dengan tambahan latar bunga maple sebagai simbol negara Kanada. Sebagai perpaduan, Yos juga memberi motif batik khas Indonesia yang sangat populer yaitu motif Mega Mendung.

Sementara itu bunga daffodil dari Wales dan bunga nasional dari negara-negara anggota Britania Raya, serta burung Robin, juga dijadikan inspirasi motif batik Sekawan Kembang Boket.

“Motif tersebut digabung sebagai satu kesatuan Britania Raya, yang kemudian saya kombinasikan dengan motif batik lurik atau garis-garis." Katanya.

Untuk Kedutaan Besar Finlandia, Yos memilih motif batik menyerupai angsa whooper, binatang nasional Finlandia, dengan pohon kehidupan bangsa Nordik, yaitu Yggrasil dan motif awan megamendung.

Sementara itu, untuk Kedutaan Besar Korea Selatan dipilih Banji Swastika yang diberi sentuhan hewan nasional negara ini, yaitu macan, arwana, dan elang Korea, dengan gaya lukisan Korea tempo dulu.

Dari benua Afrika, Yos membuatkan motif batik untuk Duta Besar Mozambik berupa gabungan motif perisai suku-suku bangsa Afrika dengan motif batik Sawunggaling, yang berbentuk seperti ayam jago.

Gajah putih, sebutan untuk negara Thailand, dipakai menjadi motif dasar perpaduan batik Indonesia dengan Thailand, yang diberi sentuhan motif Parang Rusak.

Sedangkan untuk Kedutaan Besar Ekuador, Garuda Kencana Batik membuat batik dengan perpaduan motif truntum sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat dan subur, dengan ikon budaya Ekuador yaitu sebuah patung perempuan Venus of Vadilfia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/03/174531620/kolaborasi-motif-batik-indonesia-dengan-ikon-dunia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.