Makan Sesuai Ritme Sirkadian Tubuh Efektif Turunkan Berat Badan - Kompas.com

Makan Sesuai Ritme Sirkadian Tubuh Efektif Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 04/04/2017, 20:08 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com - Makan sehat saja ternyata tidak cukup. Anda harus makan sesuai dengan ritme alami tubuh atau ritme sirkadian.

Sebuah studi terbaru dari Harvard University menunjukkan bahwa, tidak peduli seberapa sehat Anda makan, jika waktu makan Anda tidak sesuai dengan ritme sirkadian, kadar gula darah Anda tetap bisa melompat hingga 18 persen lebih tinggi dari batas normal.

Jadi, kapankah sebenarnya waktu yang tepat bagi Anda untuk makan dan ngemil jika sedang dalam program menurunkan berat badan?

SARAPAN

Data dari National Weight Control Registry menyebutkan, hampir 80 persen dari orang-orang yang telah berhasil menurunkan berat hingga 13,5 Kg atau lebih, dilaporkan sarapan pada waktu yang teratur setiap hari.

Study dari jurnal Obesity tahun 2015 menemukan, bahwa mengonsumsi sarapan tinggi protein pada pukul enam sampai 9.45 pagi dapat mengurangi risiko kenaikan lemak tubuh dan mengurangi rasa lapar sepanjang hari, dibandingkan dengan mereka yang menunggu untuk sarapan setelah pukul 10.

Saya selalu menyarankan sarapan sehat dalam waktu satu jam setelah bangun,” kata Jim White, RD, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

Karena Anda bangun pagi dalam keadaan perut kosong, mengisi kembali cadangan glikogen dengan karbohidrat sehat seperti oatmeal tanpa gula, akan membuat Anda berenergi sepanjang hari, kata White.

NGEMIL PAGI

Sementara untuk camilan antara sarapan dengan makan siang, hukumnya tidak wajib, terutama jika sarapan Anda benar-benar berat atau Anda baru sarapan setelah pukul 09.45.

Camilan antara sarapan dengan makan siang diperlukan bagi mereka yang sarapan lebih awal dengan memu tidak terlalu beray, agar tingkat energi dan gula darah tetap stabil. Selain itu, supaya Anda terhindar dari makan berkllebihan di waktu siang.

Penelitian yang dipresentasikan pada tahun 2013 di pertemuan tahunan Institute of Food Technologists, menyebutkan bahwa pelaku diet yang makan segenggam almond untuk camilan di pertengahan pagi, makan lebih sedikit kalori sepanjang hari.

Penting untuk diingat bahwa camilan di pertengahan pagi hanya jika Anda benar-bemar lapar, kata ahli diet Betsy Opyt. Jika tidak, Anda bisa mengasup kalori secara berlebihan.

MAKAN SIANG

Sebuah studi yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition 2016, meneliti sekitar 1.300 pelaku diet selama 28 minggu. Studi itu menemukan bahwa orang yang makan siang lebih awal, lebih berhasil dengan program dietnya dibanding yang mereka yang menunda makan siang.

Ini sejalan dengan studi yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity. Studi tersebut mengatakan, pelaku diet kehilangan berat badan sekitar 25 persen lebih sedikit jika mereka makan siang setelah pukul tiga sore.

NGEMIL SORE

Seperti camilan di pertengahan pagi, camilan sore yang dimakan empat jam setelah makan siang, juga berguna untuk menjaga tingkat gula darah tetap stabil dan mencegah makan berlebihan saat makan malam, kata White.

MAKAN MALAM

Studi Brigham Young University, meminta 29 pria untuk menjauhi dapur dan meja makan setelah pukul tujuh malam selama dua minggu. Dua minggu berikutnya, mereka boleh makan jika mereka ingin makan setelah pukul tujuh malam.

Peneliti menemukan, para relawan makan 244 kalori lebih sedikit setiap hari ketika mereka berhenti makan setelah pukul tujuh.

Penelitian lain baru-baru ini menemukan, mereka yang makan malam antara pukul tujuh hingga sembilan malam, lalu tidak makan apapun setelahnya, lebih berhasil menurunkan berat badan dan bisa tidur dengan lebih baik.

Kesimpulannya, makan sehat dan teratur sesuai dengan ritme alami tubuh adalah cara paling baik jika tujuan diet Anda adalah ingin menurunkan berat badan hingga bisa mencapai berat yang ideal sesuai standar kesehatan.


EditorBestari Kumala Dewi

Terkini Lainnya

Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

Puma Luncurkan Kembali Sepatu Gaya Tahun 90-an

Look Good
Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

Feel Good
Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

Cara untuk Pastikan si Kekasih Masih Sayang...

Feel Good
Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

Anak Perempuan Harry dan Meghan Mungkin Tak Dapat Gelar Bangsawan

Feel Good
Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

Waspadai, 4 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta...

Feel Good
5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

5 Cara Putihkan Ketiak Pakai Kentang...

Feel Good
Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

Malas Cuci Tangan Juga Bisa Timbulkan Kematian

Eat Good
Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

Agar Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

Look Good
Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

Paul Pogba dan Cerita Sneakers Adidas

Look Good
Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

Feel Good
Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

Simaklah, 6 Tips Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Alasannya...

Eat Good
Takut pada Boneka, Wajarkah?

Takut pada Boneka, Wajarkah?

Feel Good
Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

Bertamasya Menyusuri Kanal di Amsterdam

Feel Good
Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

Pebasket Lonzo Ball Dipaksa Tutup Tato Selama Pertandingan

Look Good
Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

Sering Sakit Punggung, Coba Lakukan 6 Gerakan Ini...

Feel Good
Close Ads X