Kompas.com - 25/04/2017, 18:29 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

“Perasaan kelaparan tiga kali lebih berpengaruh daripada perlambatan metabolisme, sehingga lebih membuat tubuh kembali gemuk. Tubuh orang yang banyak kehilangan berat badan akan menyesuaikan diri agar tidak lagi kehilangan bobot. Selain memperlambat metabolisme, ia akan mendorong orang untuk makan,” ujar ahli nutrisi, Dr Tim Crowe.

Bagaimana mengatasinya? Rasa lapar adalah cermin kebutuhan fisik akan makanan, sehingga sebaiknya kita tidak mengabaikannya. Yang harus kita cermati adalah membedakan rasa lapar karena tuntutan tubuh, atau sekedar keinginan lidah untuk mengunyah. Biasakanlah makan secukupnya, sesuai kebutuhan tubuh, bukan berlebih.

Mental merasa sudah berhasil

Bagi banyak orang, penurunan berat badan adalah proses berat yang butuh pengorbanan dan kesungguhan. Saat target berat badan tercapai, kita biasanya merasa sudah berhasil dan melepaskan kendali kita, termasuk untuk mulai “balas dendam” dengan makan berlebih atau menyantap makanan yang selama ini kita hindari.

Padahal pada saat itu, tubuh kita sebenarnya sudah membiasakan diri dengan metabolisme diet. Nah, begitu kita melanggarnya sedikit demi sedikit, tubuh kembali menuntut lebih banyak makanan.

Cara memperbaiki kondisi itu adalah dengan mengubah mentalitas diet. Kita seharusnya lebih fokus pada kesehatan daripada berat badan. Jadi penuhilah kebutuhan tubuh dengan makanan yang menyehatkan. Dengan pemikiran itu, kita seharusnya tidak memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut kita.

Terlalu bergantung pada niat

Pernahkah Anda merasa, ketika memutuskan untuk berhenti menyantap makanan favorit, Anda justru kepikiran terus soal makanan itu? Dan itulah yang terjadi saat kita melakukan diet.

Bagi banyak orang, diet berarti dalam waktu tertentu membatasi nafsu makan, membiarkan diri kita kelaparan, sehingga nantinya saat tujuan tercapai, kita bisa bebas menyantap apa saja.

THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi.
“Seperti sudah disebut, tubuh kita akan melawan penurunan berat badan dengan memunculkan keinginan untuk makan. Kita mungkin dapat mengabaikan rasa lapar itu beberapa kali, namun dalam jangka panjang, ia dapat mengalahkan niat kita,” ujar Crowe.

Cara mengatasinya adalah dengan menjadikan diet kita lebih mudah. Jangan memaksa tubuh untuk menahan godaan secara berlebihan. Dalam waktu yang sama, alihkan godaan itu menjadi kegiatan lain, seperti berjalan-jalan, mandi, atau bermain daripada sekedar memikirkan niat Anda.

Anda juga disarankan untuk mengenali hal-hal yang membuat Anda makan berlebih, misalnya rasa stres, kelelahan, bosan, atau hal lain. Dengan cara-cara di atas, Anda bisa menjaga tubuh tidak mekar lagi.

Baca: 5 Cara Rampingkan Perut Tanpa Diet dan Olahraga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.