Kompas.com - 22/07/2017, 15:59 WIB
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dianggap sebagai salah satu cara mencegah penyakit menular seksual. Kondom juga berfungsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, seberapa efektif kah kondom untuk mencegah penyakit menular seksual?

Dr Andrie Ronggani, Sp OG (Obstetri dan Ginekologi), membenarkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Apalagi, bagi mereka yang sering bergonta-ganti pasangan.

Namun, kata dokter yang praktek di RS Gading Pluit ini, efektivitas kondom tidak bekerja maksimal untuk mencegah penularan HIV.

"Untuk HIV (human immunodeficiency virus), (efektivitas kondom) dikatakan 80-90 persen oke. Sisanya masih beresiko tertular," kata Andrie saat seminar "Gonta-ganti Pasangan, Apa Resikonya?" yang digelar di Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/7/2017).

Baca: Tips Memilih Kondom Agar Bercinta Tetap Aman dan Nyaman

Kenapa fungsi kondom tidak maksimal untuk mencegah HIV? Ada beberapa teori yang mendukung kurang efektifnya kondom dalam mencegah penularan HIV, salah satunya dari Amerika Serikat yang melihat pori-pori pada kondom yang lebih besar daripada ukuran virus HIV.

Peneliti dari National Institutes of Health menguji butiran polystyrene bercahaya yang berukuran 110 nano meter (seukuran virus HIV) untuk dilewatkan pada kondom. Hasilnya terdeteksi adanya bocoran-bocoran yang bisa dilalui butiran tersebut pada 29 dari 89 kondom yang diuji.

Ini adalah kasus kebocoran kondom yang bisa menimbulkan masalah kesehatan karena lolosnya partikel seukuran virus HIV. Namun para peneliti menegaskan, penggunaan kondom tetap memberi perlindungan sepuluh kali lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali. Artinya kondom bisa mengurangi kemungkinan tertularnya HIV meski tidak mencegahnya seratus persen.

Nah, untuk mencegah agar tidak tertular, selain pemakaian kondom, maka seseorang harus memperhatikan beberapa aspek. Mulai dari tidak melakukan seks bebas, berganti-ganti pasangan seksual, hingga penggunaan jarum suntik untuk narkoba.

Baca: Mengenal Bentuk dan Fitur Kondom Kekinian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.