Cara Pria Rawat Kulit Wajah di Usia 20, 30, 40, 50an

Kompas.com - 27/09/2017, 12:11 WIB
Ilustrasi pexelsIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kulit bisa menjadi cara untuk menerka usia. Kulit yang sehat tentu dapat membantu Anda terlihat lebih muda, dan sebaliknya, kondisi kulit juga bisa membuat seseorang terlihat beberapa tahun lebih tua.

Dr. Hooman Khorasani, kepala bedah dermatologis dan kosmetik di Icahn School of Medicine di Sinai New York memaparkan tentang masalah kulit inti yang menyertai setiap dekade kehidupan pria, termasuk bagaimana cara mengatasi masalah yang dihadapi kulit sesuai usia, dari pori-pori tersumbat hingga kejutan spot hitam di tengah perjalanan hidup Anda.

Usia 20an

Anda mungkin sempat memiliki sekumpulan jerawat saat remaja. Tetapi itu mungkin saja berlanjut ke dekade pertama Anda sebagai orang dewasa. Semua karena jumlah hormon testosteron yang masih tinggi.

"Di usia 20-an, masalah terbesar, yang merupakan berkah sekaligus masalah, adalah testosteron," kata Dr. Khorasani. “Testosteron bekerja pada kelenjar sebasea yang memproduksi minyak di bawah kulit.

Bagaimanapun, Anda tetap membutuhkan minyak wajah ini. Mereka melindungi kulit dari polutan dan membuatnya tetap lembab. Tapi bila pori-pori Anda tersumbat, saat itulah bakteri berkembang dan jerawat pun muncul.

“Berkeringat adalah pembersih alami wajah yang hebat," kata Dr. Khorasani. “Berolahraga secara teratur bisa menjadi langkah untuk menyehatkan tubuh sekaligus kulit. Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan sikat wajah halus sekitar dua kali seminggu untuk membersihkan kulit mati secara menyeluruh.

Untuk perawatan harian, bila Anda terpapar polusi ketika berkomuta, pilihlah scrub wajah untuk membersihkan muka di malam hari. Gunakan juga pelembab yang berbahan dasar air.”

Usia 30an

Anda sudah harus memakai lotion wajah dengan kandungan SPF saat beraktivitas di bawah sinar matahari, terutama saat usia sudah masuk 30an. Di usia itu, kebutuhan akan perlindungan matahari mulai dibutuhkan, walau Anda hanya bepergian dekat dengan rumah.

Mengapa? Karena kulit sudah mulai kehilangan kolagen alami dan asam hyaluronic. Kolagen adalah blok bangunan pada kulit, menjaga agar kulit tetap kencang dan elastis. Sedangkan asam hyaluronic membuat kulit Anda penuh dan terangkat.

"Ini seperti lapisan gula di tengah kue," kata Dr. Khorasani. "Alasan bayi kecil memiliki pipi ‘menggemaskan’ adalah karena mereka memiliki banyak asam hyaluronic. Radiasi UV merusak keduanya, yang bisa membuat kulit Anda mulai kendor dan terkulai.

Jadi, pilihlah tabir surya yang benar-benar akan Anda gunakan. Lalu pilihlah pelembab yang menggabungkan antara kolagen dan asam hyaluronic, gunakan sebagai perawatan rutin.”

Usia 40an

"Umumnya pria merasa muda saat usia mereka 20 sampai 39 tahun," kata Dr. Khorasani. "Namun saat memasuki usia 40an, banyak pria yang berkata ‘wow, aku benar-benar bertambah tua’."

Mengapa demikian? Karena penuaan kulit di usia ini telah terjadi di lapisan yang lebih dalam. Jika masalah pria di usia 30-an adalah tentang serat elastis di permukaan, masalah Anda di usia 40-an adalah tentang ligamen di bawahnya, yang menghubungkan kulit Anda ke lapisan tulang dan otot. Saat mereka mulai longgar, Anda akan mulai melihat efek gravitasi.

Dr. Khorasani melanjutkan, "Sulit untuk memiliki pipi penuh di usia 40-an bila Anda tak merawat kulit sejak usia lebih muda. Namun, Anda bisa membuatnya tak bertambah tua, yaitu dengan menjaga rutinitas olahraga, makan dengan nutrisi yang baik, memiliki waktu tidur yang cukup, dan pastikan tetap terhidrasi di tengah aktivitas".

Beberapa orang diberkati kulit “gemuk” secara genetis, tapi untuk sebagian besar pria, itu tidak mungkin terjadi tanpa perawatan."

Usia 50an

Di usia 50-an dan lebih, permukaan kulit Anda mungkin menjadi tuan rumah dari kejutan yang tidak diinginkan. Dr. Khorasani berkata, "Anda mungkin akan mulai mengalami pertumbuhan keratosis seboroik (benjolan kutil kecil berwarna cokelat di kulit wajah, leher hingga bahu). Kabar baiknya, ini biasanya tidak berbahaya, dan Anda bisa menghapusnya dengan perawatan khusus.”

Namun, satu hal yang perlu anda khawatirkan adalah kemungkinan kanker kulit. "Jenis yang paling umum adalah karsinoma sel basal," kata Dr. Khorasani. “Mereka terlihat seperti jerawat yang tidak hilang, tapi lebih menonjol dari jerawat rata-rata Anda. Untungnya, ini jenis paling tidak berbahaya, hanya saja Anda harus mengatasinya".

Setelah itu adalah melanoma, yang paling langka tapi yang paling mungkin tumbuh dan menyebar. Berkunjunglah ke dokter kulit bila menemui pertumbuhan yang mencurigakan di kulit. Dapatkan perawatan yang tepat sehingga kulit Anda akan melewati lebih banyak tahun-tahun indah di depan.



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X