20 Desain Boneka dari Anak Indonesia Ikut Lomba Internasional IKEA

Kompas.com - 19/12/2017, 15:00 WIB
20 gambar anak Indonesia terpilih ikut serta kompetisi desain boneka IKEA tingkat dunia. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA20 gambar anak Indonesia terpilih ikut serta kompetisi desain boneka IKEA tingkat dunia.
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kreativitas anak harus disalurkan lewat kegiatan positif.

Selain dapat mengasah kreativitas, hasil kegiatan positif tersebut juga bisa menjadi bahan untuk mengapresiasi karya-karya anak hasil kegiatan tersebut.

Salah satu aktivitas positif yang bisa dilakukan adalah menggambar atau mendesain. 

Terkait hal itu, peritel perabot dunia IKEA pun melihat, menggambar bagi anak bisa menumbuhkan daya kreativitas.

Berangkat dari pemikiran itu, IKEA membuat kompetisi desain boneka internasional untuk anak-anak di seluruh negara di mana toko IKEA berada,—termasuk Indonesia.

Baca juga : Kerajinan Rotan Indonesia Diakui IKEA

Kegiatan bernama IKEA Drawing Competition diperuntukkan bagi anak-anak usia 4-12 tahun.

Seleksi di masing-masing negara dilakukan secara bersamaan pada tanggal 6-19 November 2017.

Dari 1.000 gambar yang masuk, terpilih 20 gambar yang layak untuk diikutsertakan mewakili Indonesia.

Setelah itu, tim IKEA global akan memilih lima gambar terbaik dari peserta seluruh dunia.

Lima desain itu dibuat koleksi boneka soft toy di tahun 2018, dan lalu dijual di toko IKEA di seluruh dunia.

“Hasil penjualannya dari boneka-boneka itu akan disumbangkan pada anak-anak kurang mampu,” kata Public Relations IKEA Indonesia, Ririn Basuki, Tangerang, Selasa (19/12/2017).

Hasil karya menggambar anak-anak ini mencerminkan emosi, keingintahuan, serta spirit untuk mengeksplorasi dengan warna dan desain-desain imajinatif.

Demikian pendapat Anastasia Satriyo, psikolog anak yang juga menjadi juri perwakilan IKEA Indonesia.

Baca juga : Balenciaga Luncurkan Tas Rp 28 Juta Mirip Tas Plastik Ikea

Menurut dia, keberadaan kompetisi ini pun turut serta mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak-anak.

Sedangkan desainer produk Universitas Paramadina Hendriana Wedhaningsih, menilai,  aktivitas ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi orangtua.

Sebab, orangtua seharusnya mempertimbangkan pilihan mainan dari perspektif anak.

Hendriana mengatakan, selama ini, orangtua memilih berdasarkan fungsi, namun anak mempersepsikan mainan dari imajinasi dan proses belajar mereka.

Desain produk (mainan) yang kami pilih (20 gambar) dikategorikan terbaik."

"(Desain-desain itu) dianggap memajukan daya imajinasi dan proses belajar anak, serta turut memperhatikan keamanan dan kepantasan produk bagi anak-anak,” sebut Hendriana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X