Kompas.com - 10/02/2018, 21:10 WIB

KOMPAS.com - Sungguh menyebalkan jika tidur pulas kita sering terganggu oleh keinginan buang air kecil. Jika beruntung, kita bisa kembali melanjutkan tidur yang nyenyak itu sampai pagi. Tapi, seringnya kita harus menunggu beberapa jam sampai bisa memejamkan mata kembali.

Menurut Daniel Shoskes, pakar urologi dari Cleveland Clinic, keinginan pipis di malam hari memang mengganggu tidur kita. Tapi, hal ini juga bisa menandakan hal yang lebih serius.

Istilah medis untuk buang air kecil pada malam hari adalah nokturia. Ini umumnya didefinisikan sebagai kebutuhan konstan untuk bangun karena buang air kecil sekali atau lebih setiap malam.

Menurut Shoskes, ada dua penyebab utama nokturia. Pertama adalah kita telah membuat tubuh mengalami penumpukan urine yang menyebabkan kita terlalu banyak kencing. Misalnya minum terlalu banyak, efek samping obat, atau kondisi serius seperti gagal jantung atau kerusakan liver.

"Penyebab kedua adalah kandung kemih yang membuat kita selalu ingin buang air kecil, bahkan jika kandung kemih tidak dipenuhi oleh air. Dalam kasus ini, Anda akan mengalami buang air kecil dengan volume rendah. Pemicunya seperti radang dari infeksi atau pembesaran prostat," katanya.

Untuk lebih memastikan penyebab nokturia, konsultasikan pada dokter. Tapi, ada beberapa hal yang bisa kita coba untuk mengatasi gangguan ini.

1. Kurangi konsumsi cairan sebelum tidur

Sebaiknya batasi konsumsi air beberapa jam sebelum tidur. Ini akan memberi tubuh waktu memproses cairan sebelum melewati kandung kemih. Dengan cara ini, keinginan buang air kecil akan datang saat kita bangun tidur.

Baca :Bagaimana Tidur 7 Sampai 8 Jam Sehari Memengaruhi Tubuh Kita?

2. Berhenti konsumsi kafein dan alkohol

Kafein dapat mengganggu kandung kemih kita, menyebabkan kita sering buang air kecil. Terlebih, jika mengonsumsinya saat waktu yang berdekatan dengan jam tidur.

Alkohol juga dapat menyebabkan kandung kemih tidak berfungsi dengan normal karena akan menekan tingkat ADH (hormon antidiuretik) tubuh, yang mencegah produksi urine. Akibatnya, kita jadi buang air kecil terus menerus.

Penekanan ADH ini bisa berlanjut sampai malam, artinya kita memproduksi urine lebih banyak dari biasanya saat kita sedang tertidur.

Baca :Penyebab Kita Gampang Terbangun Saat Tidur

3. Mengontrol konsumsi obat

Shoskes menyarankan agar kita mengonsumsi obat-obatan yang bersifat diuretik (misalnya obat hipertensi) di pagi hari daripada menjelang waktu tidur.

Ini akan membantu ginjal menghilangkan sodium dan air dari tubuh, mengurangi volume darah yang membuat jantung kita tidak bekerja sekuat tenaga untuk memompa darah.

Obat lain yang mungkin membuat kita harus sering buang air kecil adalah beberapa antidepresan seperti lithium, anestesi, obat pereda nyeri dan antibiotik.

Mengonsumsi obat yang diuretik di pagi memang masih membuat kita sering ingin pipis, tapi paling tidak tak mengganggu tidur.

Baca :Sering Minum Obat Pereda Nyeri Kurangi Kesuburan Pria

4. Gunakan kaos kaki khusus saat tidur

Nokturia juga dapat terjadi karena akumulasi cairan yang diinduksi gravitasi di ekstremitas bawah saat kita berbaring. Hal ini menciptakan tekanan terhadap kaki dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.

Pemakaian kaos kaki khusus yang mengompresi kaki dapat mencegah akumulasi cairan di kaki, sehingga membantu mengurangi kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari.

"Jika kaki sering bengkak, luangkan waktu di siang hari untuk mengangkat kaki, tidak hanya saat Anda berbaring di tempat tidur di malam hari," saran Shoskes.

Baca :Mengulik Media Sosial Jadi Pengganggu Tidur Zaman "Now"

5. Kurangi konsumsi garam

Sebuah riset tahun 2017 menemukan bahwa mengurangi asupan garam membantu subjek penelitian berhenti terbangun di tengah malam untuk buang air kecil. Para responden itu juga mengalami peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan seiring dengan membaiknya kualitas tidur.

Baca :Tambahkan Durasi Tidur agar Diet Sukses

6. Periksa kebiasaan mendengkur

Mendengkur yang berlebihan bisa menandakan sleep apnea, suatu kondisi dimana kita benar-benar berhenti bernapas beberapa detik saat tidur. Tanda lain dari gangguan tidur ini adalah keinginan buang air kecil yang membuat kita terbangun dari tidur.

Karena sleep apnea, kita sering tersentak saat tidur karena berhenti bernapas meskipun kita tak menyadarinya. Tapi, terbangun saat tidur nyenyak karena keinginan buang air kecil adalah tanda yang cukup untuk menunjukan bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh kita.

Baca :Anak Suka Mendengkur Bisa Berujung Obesitas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.