Tips Sederhana untuk Jaga Kebersihan Organ Intim Kewanitaan

Kompas.com - 24/04/2018, 22:00 WIB
.VIA THINKSTOCK .

JAKARTA, KOMPAS.com - Organ intim kewanitaan sangat rentan terkena infeksi, jika kebersihannya tak dijaga dengan baik.

Dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia berbagi sejumlah tips sederhana tentang bagaimana merawat kebersihan area kewanitaan.

Pertama, adalah disiplin mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan area vagina

"Jadi sebelum membersihkan area kewanitaan baik pada waktu mandi atau ganti pantyliner dan pembalut biasakan cuci tangan dulu."

Demikian dikatakan Mery di sela peluncuran Betadine Feminine Wash & Wipes di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Baca juga: Vagina Gatal Saat Hamil? Coba Hentikan Beberapa Kebiasaan Ini...

Kedua, membersihkan area kewanitaan dengan air bersih. Hal ini kadang menjadi kendala jika tengah bepergian ke daerah yang kebersihan airnya tak terjamin.

Dalam kondisi tersebut, kita bisa menggunakan pembersih area kewanitaan yang sesuai.

Mery menyarankan penggunaan pembersih mengandung antiseptik pada saat-saat yang diperlukan, yakni ketika risiko infeksi meningkat.

Misalnya, saat tengah berada di lokasi yang kebersihannya tak terjamin atau masa menstruasi.

Baca juga: Cara Ajari Anak Perempuan soal Jaga Kebersihan Vagina

Pada masa menstruasi, kondisi pH berpotensi terganggu karena pH di area kewanitaan meningkat menjadi sekitar 7,4, atau dalam kondisi basa.

Padahal, kondisi normal area kewanitaan seharusnya memiliki suasana asam dengan pH 3,8 hingga 4,2.

Selain itu, cara membersihkan area kewanitan juga harus benar, yaitu dari depan ke belakang.

Baca juga: 5 Perilaku Seks yang Membahayakan Vagina

"Bersihkan dari dengan arah yang sama dari depan ke belakang dan tidak berulang."

"Bukan depan belakang, balik lagi ke depan. Kemudian dengan handuk atau tisu lembut sekali pakai," ucap dia.

Dia lalu menyarankan pemakaian pakaian dalam yang menyerap keringat, dan menggantinya jika basah atau lembap.

Tak lupa, penting pula menghindari hal-hal yang bisa membuat vagina menjadi lebih lembap. Misalnya, dengan membiarkan rambut pubis tumbuh panjang.

"Juga dianjurkan ganti pantyliner atau pakaian dalam 3-4 jam sekali. Atau maksimal enam jam sekali," ucap Mery.

Baca juga: Banyak Wanita Tak Puas, Adakah Bentuk Vagina yang Normal?




Close Ads X