Batasi Makanan Berlemak Saat Lebaran Dengan 5 Cara Ini

Kompas.com - 13/06/2018, 14:07 WIB
Ilustrasi Opor ayam AmalliaEkaIlustrasi Opor ayam
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Lemak adalah salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Akan tetapi, lemak yang berlebih justru membahayakan kesehatan.

Apalagi di saat lebaran tiba. Berbagai makanan akan tersedia, dan biasanya kaya lemak. Tidak heran, ini membuat banyak orang berat badannya bertambah drastis atau kolesterolnya naik setelah lebaran. Padahal sebelumnya sudah berpuasa sebulan penuh.

Agar berat badan dan komposisi lemak tubuh tidak melonjak naik, perhatikan cara berikut ini agar asupan makanan berlemak tetap terkontrol.

Tidak semua makanan berlemak itu buruk, yang harus dibatasi saat lebaran adalah makanan berlemak yang mengandung lemak jahat.

Dilansir dalam laman Healthline, lemak buruk atau jahat ada dua jenis, yaitu lemak jenuh, dan juga lemak trans. Keduanya ditemukan sebagai sumber lemak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Lemak jenuh

Ilustrasi Rendang PadangMielPhotos2008 Ilustrasi Rendang Padang
Jenis lemak ini terutama kebanyakan terkandung dalam makanan yang berasal dari hewani. Ditemukan dalam dan produk susu yang tinggi lemak. Beberapa sumber lemak jenuh yang sering dijumpai antara lain:

  • Potongan daging sapi yang berlemak
  • Susu dan produk susu (mentega, keju, krim, es krim)
  • Minyak tropis (minyak kelapa, minyak sawit)
  • Santan

Kelebihan lemak jenuh ini terbukti akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung, diabetes, dan penyakit penyumbatan pembuluh darah.

Lemak trans

Ilustrasi ayam gorengALLEKO Ilustrasi ayam goreng
Lemak trans ini bisa ditemukan dari makanan yang mengandung minyak nabati (dari tumbuh-tumbuhan) yang terhidrogenasi. Contohnya:

  • Makanan yang digoreng (pisang goreng, kentang goreng, donat, dan makanan cepat saji lainnya yang digoreng)
  • Margarin
  • Makanan ringan (misalnya keripik)

Seperti lemak jenuh, lemak trans dapat meningkatkan kolesterol LDL. Bahkan lemak jenis ini bisa menurunkan kadar lemak baik juga yakni kadar kolesterol HDL.

Oleh karena itu, lemak ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung 3 kali lipat lebih tinggi daripada asupan lemak jenuh.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X