Kompas.com - 17/08/2018, 22:15 WIB
Ilustrasi tidur dengan pasangan Ilustrasi tidur dengan pasangan

Menurut Kirszenblat, tekanan tidur memberi tahu otak bahwa kita belum cukup tidur, yang kemudian dapat menyebabkan perubahan fisiologis.

Tapi, Kirszenblat mengatakan kurang tidur akan berdampak pada daya ingat meski kita tidur lebih lama di akhir pekan.

"Tidur juga membantu mengeluarkan protein beracun yang terkait dengan gangguan neurodegeneratif," kata Kirszenblat.

Baca juga: Merasa Gelisah dan Depresi? Mungkin Anda Kurang Tidur

Siobhan Banks, selaku peneliti tidur, sependapat dengan hal ini. Menurutnya, semakin sering kita kurang tidur, semakin sulit perbaikan memori terjadi.

Peneliti tidur Gemma Paech dan psikolog Melinda Jackson juga berpendapat 'menebus' waktu tidur yang kurang tidak semudah membatalkan rencana akhir pekan hanya untuk mengganti tidur.

Paech mengatakan terlalu sering mengalami kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, tidur di akhir pekan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan karena dapat mempengaruhi "sistem waktu sirkadian", atau jam internal tubuh, yang mengarah ke "social jet lag".

Jackson juga menerangkan adanya dampak buruk yang ditimbulkan oleh kurangnya tidur pada jam biologis kita.

“Siklus tidur hingga bangun pada manusia didasarkan pada ritme 24 jam. Setelah kita beralih ke siklus berikutnya, jam biologis kita pada dasarnya akan diatur ulang, ”katanya.

Menurut Jackson, otak kita memiliki kemampuan untuk merespons kehilangan tidur dan menyesuaikan intensitas tidur.

Jadi, berusaha untuk 'menebus' waktu tidur yang hilang di akhir pekan adalah hal yang tak akan benar-benar mengganti kekurangan tidur kita di hari lain.

Riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Stress Research Institute, Stockholm University, menemukan kurang tidur menyebabkan tingginya angka kematian.

Riset ini juga menemukan terlalu banyak tidur, atau lebih dari delapan jam semalam, bisa dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Baca juga: Mengenal Social Jetlag yang Berbahaya Bagi Kesehatan...

Meskipun tidur di akhir pekan dapat mengatasi efek negatif dari kurang tidur, namun cara ini tak akan berfungsi optimal bagi perbaikan memori di otak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.