Kompas.com - 16/10/2018, 06:13 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

Salah satu dokter kemudian merekomendasikan mereka untuk berkonsultasi dengan praktisi adiksi, dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ (K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Keduanya baru mengetahui bahwa RSCM ternyata baru saja membuka klinik khusus adiksi games yang fokus menangani kasus seperti yang dialami putra mereka.

Sri tertawa geli ketika mengingat momentum pertama membawa Afit ke RSCM. Saat itu, ia terpaksa berbohong karena putranya pernah menolak dibawa ke dokter.

“Waktu itu saya bilang minta temani ke dokter gigi,” kata dia.

Ia merasa lega ketika dr. Siste mengatakan bahwa adiksi yang dialami putranya belum parah. Padahal, sebelumnya Sri sempat sangat khawatir hingga berpikiran memindahkan sekolah Afit ke Jakarta agar aktivitasnya lebih mudah dikontrol.

Apalagi, Sri mendapatkan informasi bahwa kategori kecanduan yang sudah berat bisa mempengaruhi orang sedahsyat narkoba.

Baca juga: Kapan Kecanduan Game Dianggap Penyakit Mental Menurut Standar WHO

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari kebiasaan bermain games tersebut, Sri bersyukur putranya masih memiliki rasa tanggungjawab terhadap studi yang tengah dijalaninya. Afit pun masih menjalankan tugas kuliah seperti biasa.

Sri memahami bahwa persoalan games ini tak hanya dialami oleh putranya. Ia berharap, pengalamannya bisa memberi pencerahan pada orangtua lain untuk menghadapi anaknya jika ada indikasi kecanduan games atau kecanduan perilaku lainnya.

“Supaya orangtua enggak salah langkah. Kan banyak yang enggak tahu kalau ada kasus seperti ini dibawanya kemana,” ujar Sri.

Dari tiga pertemuan bersama dr. Siste, Afit diminta mengisi serangkaian tes kemudian melakukan sesi tanya-jawab.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.