Kompas.com - 25/10/2018, 15:00 WIB
Ilustrasi Thinkstock/VadimguzhvaIlustrasi

"Melakukan pencegahan semacam itu memungkinkan anak untuk secara proaktif memikirkan tentang bagaimana mereka mendefinisikan dan menciptakan pengalaman penggunaan media sosial yang positif," kata Homayoun.

Dia menyarankan menggunakan tiga pendekatan dalam membingkai diskusi--sosialisasi yang sehat, pengaturan diri yang efektif dan keamanan secara keseluruhan.

Prioritaskan privasi

Kepala riset Instagram Lori Malahy mengungkapkan, banyak orang tidak mengetahui bagaimana menggunakan dan berperilaku di Instagram.

Mengubah akun pada mode pribadi, misalnya, berarti hanya pengikut yang disetujui yang dapat melihat, berkomentar, dan menyukai konten.

Fitur ini dapat mencegah informasi pribadi anak berakhir di tangan yang salah.

Direktur analitik di Instagram, Dan Zigmond, misalnya, sekali pun membebaskan anak memiliki akun media sosial, namun diawasi ketat, karena mengharuskan mereka untuk mengenal orang yang ingin jadi pengikut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memiliki etika

Komentar negatif--baik menerima atau pun mengirim bisa memberikan masalah bagi anak. Oleh karena itu, lebih baik membicarakan lebih dulu soal etika bermedia sosial.

Terapkan batas waktu

Halaman:


Sumber Parents
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.