Kompas.com - 04/11/2018, 11:00 WIB
Ilustrasi semangkuk nasi putih. ThinkstockIlustrasi semangkuk nasi putih.

Sementara pada beras merah, lapisan dedak ini tetap ada sehingga bisa menjadikannya terasa lebih keras setelah dimasak, tetapi lebih bernutrisi.

Proses pemurnian inilah yang mengakibatkan beras putih memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan beras merah.

Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar glukosa di dalam darah.

Inilah sebabnya konsumsi nasi putih lebih cepat memicu naiknya kadar gula darah setelah makan.

Pemrosesan ini juga mengakibatkan hilangnya sejumlah vitamin, mineral, magnesium, dan serat yang dapat menurunkan risiko diabetes.

Baca juga: Diet Intermittent Fasting Diklaim Atasi Diabetes

Lengkapi diet tanpa nasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diet tanpa nasi juga harus didukung dengan pola makan yang sehat.

Diabetes tipe 2 berhubungan erat dengan kelebihan berat badan, sehingga sangat penting untuk menjaga pola makan secara keseluruhan.

Ditambah lagi, konsumsi terlalu banyak nasi putih dan sumber karbohidrat lain yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti roti putih atau kentang putih, tidak hanya meningkatkan risiko terkena diabetes, tetapi juga penyakit-penyakit lain.

Sebutlah penyakit seperti jantung dan stroke mungkin akan mengintai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.