Kompas.com - 01/01/2019, 16:59 WIB
Ilustrasi resolusi Ilustrasi resolusi

KOMPAS.com – Tahun baru identik dengan resolusi atau target-target hidup yang juga baru. Kita kerap menuliskan sederet harapannya di kertas atau media lainnya, berharap di akhir tahun nanti, banyak tanda centang yang bisa disematkan tanda keberhasilan pada deret mimpi yang pernah dibuat.

Sayangnya, masih banyak resolusi-resolusi yang pada akhirnya justru gagal dan tidak berhasil dicapai. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari Entrepreneur.com, CEO konsultan bisnis international Biztuition, Julie Christopher, menyebut gagalnya resolusi di sebuah tahun diakibatkan banyaknya daftar target yang dituliskan oleh seseorang.

Julie menyebut, hanya sekitar 9,2 persen orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya dan mengubah gaya hidup buruknya di masa lalu.

"Kita terlalu banyak menuliskan resolusi dan tujuan. Ini melahirkan terlalu banyak harapan dan tujuan-tujuan yang tidak realistis," kata Julie.

"Akhirnya, kita berusaha mencoba banyak hal dalam satu waktu dan memaksa emosi kita untuk tetap memiliki motivasi tinggi hingga semua tercapai," tuturnya.

Baca juga: 5 Resolusi Sehat di Tahun 2018 yang Mudah Dicapai

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu bagaimana seharusnya sebuah resolusi tahun baru itu disusun?

"Ubah satu kebiasaanmu yang bisa menciptakan perubahan di banyak bagian," ujar Julie.

Dengan tidak menaruh banyak daftar target, maka fokus kita menjadi lebih baik untuk mencapainya. Namun, pastikan sedikit target yang ditentukan merupakan kunci untuk mencapai target-target selanjutnya.

Bedasarkan penelitian dari University College London, perubahan membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran. Setidaknya 66 hari dibutuhkan untuk benar-benar bisa meninggalkan kebiasaan lama.

Baca juga: Lintasi Zona Waktu, Tahun Baru Bisa Dirayakan Dua Kali dalam Sehari

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.