Laut Kita: Kreasi Fesyen dan Instalasi dari "Bencana" Polusi Plastik

Kompas.com - 23/04/2019, 09:26 WIB
Pameran Laut Kita yang digelar Sejauh Mata Memandang di Plaza Indonesia, Level 2 dari tanggal 22 April ? 16 Juni 2019.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Pameran Laut Kita yang digelar Sejauh Mata Memandang di Plaza Indonesia, Level 2 dari tanggal 22 April ? 16 Juni 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak cara yang apik untuk memeringati Hari Bumi.

Kali ini, brand fesyen asal Indonesia, Sejauh Mata Memandang (SMM), merilis koleksi musim kemarau 2019 disertai dengan pameran dan instalasi.

Koleksi dan pameran serta instalasi tersebut memiliki tema sama, Laut Kita.

Ada nama Felix Tjahyadi selaku konseptor pameran, dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.

Plus, muncul pula karya fotografi dan video dari beberapa kolaborator seperti Jay Subyakto, Davy Linggar, Jez O’Hare, Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, dan Tulus. 

Baca juga: Di Bali, 250 Organisasi Teken Komitmen Internasional Atasi Krisis Polusi Plastik

Bertema laut

Koleksi musim kemarau 2019 Sejauh Mata Memandang Laut KitaKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Koleksi musim kemarau 2019 Sejauh Mata Memandang Laut Kita

Sebagai merek fesyen lokal yang menawarkan konsep slow fashion, SMM tidak hanya memperkenalkan keunggulan kualitas desain dan nilai estetika saja.

Tapi pun segi rancangan produk yang tidak lekang oleh waktu (timeless), serta penggunaan bahan yang ramah lingkungan.

Melalui pemahaman ini, SMM mengedukasi konsumen tentang bagaimana cara menikmati, menggunakan, dan meningkatkan masa pakai sebuah produk mode.

Produk-produk yang diciptakan juga membawa misi untuk membangun kesadaran konsumen akan isu-isu sosial dan lingkungan yang terjadi.

Koleksi Laut Kita melambangkan sebuah doa dan aksi langkah nyata untuk berterima kasih kepada bumi.

Baca juga: Tak Ada Lagi Sedotan Plastik di KFC, Demi Laut yang Bersih

Koleksi musim kemarau 2019 Sejauh Mata Memandang Laut KitaKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Koleksi musim kemarau 2019 Sejauh Mata Memandang Laut Kita

Koleksi ini mengangkat motif-motif berbentuk bunga-bunga dasar laut dan riak-riak ombak di tepian samudera dalam warna-warna alam seperti indigo, pastel pink, merah, dan putih.

Teknik yang digunakan untuk menciptakan motif tersebut adalah teknik batik tulis dan cetak saring tangan karya perajin lokal.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X