Bisakah Tinta Tato Menutupi Kelenjar Keringat?

Kompas.com - 16/07/2019, 10:00 WIB
Pengunjung menunjukkan tato Karya seniman tato, I Putu Eka Mardiyasa saat acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menunjukkan tato Karya seniman tato, I Putu Eka Mardiyasa saat acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

KOMPAS.com - Tato yang ada di tubuh manusia dibuat menggunakan tinta khusus agar bisa menempel di kulit dalam waktu lama.

Penggemar tato memang bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan. Namun, apakah tato tersebut akan menutup kelenjar keringat dan merusak performa olahraga? Apalagi pada atlet yang sering mengeluarkan banyak keringat dibanding orang biasa.

Beberapa peneliti dari Australia mencoba menelitinya. Jika tato mengganggu keluarnya keringat dan membuat konsentrasi sodium pada minyak berantakan, performa fisik mungkin saja menurun karena tubuh tidak mampu meregulasi dirinya dengan tepat.

Studi tersebut dipublikasikan di Journal of Science and Medicine in Sport meneliti 22 pria dan wanita antara usia 18 hingga 45 tahun yang telah memiliki tato lebih dari dua bulan.

Tato yang diteliti lebarnya kurang dari dua inci persegi dan 50 persen atau bentuknya cukup berbayang.

Partisipan kemudian diminta melakukan aktivitas olahraga dengan interval empat kali lima menit di sepeda ergometer pada tingkat tenaga sekitar 15, yaitu tingkat dimana Harvard T.H. Chan School of Public Health mendefinisikannya sebagai aktivitas yang membuat denyut jantung dan nafas lebih cepat.

Rata-rata denyut jantung partisipan mencapai 165 bit per menit (bpm). Olahraga dilakukan dengan istirahat satu menit di setiap interval.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Bau Keringat Pada Baju Olahraga

Keringat para partisipan kemudian dikumpulkan melalui sebuah tambalan penyerap keringat yang ditempelkan pada bagian kulit bertato dan satunya lagi di bagian kulit tanpa tato pada bagian tubuh berlawanan.

Jadi, jika tato mereka ada di lengan bawah kanan, maka area berlawanannya adalah lengan kiri bawah.

Di awal penelitian, para peneliti juga menimbang berat badan partisipan sehingga mereka bisa menghitung berapa banyak keringat yang keluar setelah olahraga.

Ketika para peneliti mencopot tambalan tersebut dan menimbangnya, mereka menemukan bahwa setiap orang kehilangan sekitar 0,92 miligram keringat per centimeter persegi dari area bertato mereka. Sementara pada area yang tidak bertato sebanyak 0,94 miligram, terlepas dari ketebalan tato mereka.

Baca juga: Arti Mendalam di Balik Tato Baru Irina Shayk

Pada bagian bertato dan tidak bertato, hampir tidak ada perbedaan signifikan terkait jumlah sodium yang hilang lewat keringat.

Penulis studi sekaligus associate professor nutrisi olahraga dan ilmu diet dari Griffith University, Ben Desbrow, Ph.D mengatakan, microneedling atau endapan tinta tato tidak merusak lapisan kulit kulit kita atau menyebabkan jaringan parut yang dapat mengacaukan fungsi kelenjar keringat kita.

Jika anggapan tato menghalangi keringat benar, maka pemiliknya lberisiko mengalami sakit karena panas atau pun gangguan performa dalam berolahraga. Sebab berkeringat adalah termoregulasi utama manusia selama berolahraga atau dalam suhu panas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X