Kompas.com - 07/08/2019, 19:15 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang percaya konsumsi daging merah memiliki risiko tinggi pada kesehatan.

Riset juga mengklaim ,mengganti konsumsi daging merah dengan daging unggas dapat mengurangi risiko seorang wanita terkena kanker payudara.

Para peneliti dari the National Institute of Environmental Health Sciences di AS membuktikan, konsumsi daging unggas, seperti daging ayam, kalkun dan bebek dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Sebaliknya, mengonsumsi daging merah lebih banyak dapat meningkatkan risiko kanker payudara invasif.

"Daging merah telah diidentifikasi sebagai penyebab karsinogen," kata Dr Dale Sandler, pemimpin riset.

Baca juga: Bagaimana Harus Bersikap jika Divonis Kanker?

Menurutnya, riset ini juga menambah bukti lebih lanjut bahwa konsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan konsumsi daging dapat menurunkan risiko penyakit kronis tersebut.

Untuk mendapatkan hasil akurat, peneliti menganalisis tingkat konsumsi daging dan cara memasak daging dari 42.012 wanita selama tujuh tahun. Dalam studi lanjutan, ditemukan 1.536 kasus kanker payudara invasif.

Peserta yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah tertinggi ditemukan memiliki risiko kanker payudara 23 persen lebih besar daripada mereka yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah yang lebih sedikit.

Sementara itu, wanita yang mengonsumsi daging unggas paling banyak memiliki risiko 15 persen lebih rendah untuk terkena penyakit kronis ini daripada mereka mengonsumsinya lebih sedikit.

Baca juga: Asupan Vitamin A Bisa Turunkan Risiko Kanker Kulit

Hasil temuan ini juga tetap tidak berubah ketika faktor-faktor seperti aktivitas fisik, obesitas dan konsumsi alkohol turut diperhitungkan.

Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan tidak ada kaitan antara cara memasak daging dengan risiko kanker payudara.

Dr Sadler mengatakan penelitian ini memang memberikan bukti mengganti konsumsi unggas dengan daging merah bisa menjadi perubahan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Baca juga: Memanjakan Lidah dengan Daging Iga Lembut dan Juicy ala The Real Holysteak

Namun, bagaimana konsumsi daging unggas dapat mengurangi risiko kanker payudara berlum diketahui dengan jelas risikonya.

Ini bukan pertama kalinya konsumsi daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Pada tahun 2014, sebuah studi oleh Harvard School of Public Health menemukan hubungan antara asupan daging merah yang lebih tinggi selama awal masa usia dewasa dan peningkatan risiko terkena kanker payudara.

Menurut peneliti, asupan daging merah yang lebih tinggi pada awal masa dewasa mungkin menjadi faktor risiko kanker payudara.

Baca juga: Benarkah Diet Keto Bisa Atasi Kanker?

Peneliti juga menyimpulkan, mengganti konsumsi daging merah dengan kombinasi kacang-kacangan, unggas, biji-bijian dan ikan dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Riset 2019 oleh University of Oxford juga mengklaim konsumsi daging olahan, seperti sosis, bacon dan ham, hanya dalam empat hari seminggu dapat meningkatkan risiko kanker usus sekitar 20 persen.

Pedoman Departemen Kesehatan merekomendasikan agar siapapun yang mengonsumsi daging merah atau olahan lebih dari 90 gram setiap hari harus menguranginya hingga 70 gram.

Baca juga: Makanan Sehat untuk Cegah Kanker Payudara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.