Ini Dia, Pola Hidup Sehat Penduduk Paling Panjang Umur di Dunia

Kompas.com - 04/10/2019, 09:25 WIB
Ilustrasi hidangan seafood. ShutterstockIlustrasi hidangan seafood.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahukah kamu bahwa ada lima daerah di lima negara yang pola makannya diklaim sebagai pola makan paling sehat di dunia?

Hal itu diungkapkan oleh Co-founder and Managing Director Burgreens, Helga Angelina, dalam paparannya di acara diskusi bertema perubahan iklim di Pusat Kebudayaan Italia di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Daerah dengan penduduk yang sehat tersebut dikenal dengan istilah blue zones. Orang-orang di daerah tersebut memiliki usia yang lebih panjang dan berkualitas.

Lima daerah tersebut adalah Okinawa (Jepang), Ikarta (Yunani), Sardinia (Italia), Nikoya (Kosta Rika), dan Loma Linda (California).

"Disebut 10 persen dari populasinya umurnya 100 tahun ke atas. Di usia 60 tahun masih bisa punya anak, sampai 100 tahun ke atas masih ke ladang."

"Jadi bukan 100 tahun sakit-sakitan. Tapi 100 tahun secara aktif masuk ke ladang, hidup dengan cicit-cicitnya dan menjalani pola hidup aktif," kata Helga.

Rupanya, gaya hidup dan pola makan penduduk di daerah-daerah tersebut memiliki kesamaan. Mereka rutin mengkonsumsi kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran terutama sayuran berdaun hijau, karbohidrat kompleks, serta sedikit ikan.

Ikan diambil secukupnya menggunakan jaring atau pancing untuk dikonsumsi sendiri).

Pola makan yang sehat untuk manusia juga merupakan pola makan yang sehat untuk bumi. Artinya, meninggalkan jejak karbon paling minim.

Baca juga: Bugar di Usia 50 Tahun, Inilah Pola Makan Jennifer Aniston

Menurut data riset Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), seorang pecinta daging akan menghasilkan 3,3 CO2 per 2.600 kilo kalori dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Sementara seorang pelaku vegan hanya menghasilkan 1,5 CO2 per jumlah kalori yang sama.

Namun, kita tak mesti 100 persen mengurangi konsumsi daging untuk memberi dampak. Cobalah mengurangi daging semampu kita.

"Jadi bukan perkara 100 persen atau tidak. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan untuk bumi yang lebih baik," tuturnya.

Pola makan hidup sehat dari blue zones

Jika ingin memiliki usia panjang seperti penduduk di daerah blue zones atau sekadar ingin memiliki hidup yang sehat, ada beberapa hal yang bisa diterapkan:

1. Mengubah pola makan menjadi lebih berbasis nabati dan mengurangi produk hewani. "Hitungan sustainability-nya, idealnya kita harus 95 persen plant-based," kata Helga.

2. Konsumsi whole food atau pangan alami dan minim proses. Sebab, proses-proses yang dilakukan untuk membuat makanan banyak mengeluarkan gas CO2.

3. Mengganti protein dari daging ke opsi yang lebih sehat. Misalnya, legum.

Baca juga: Kandungan Protein dalam Tempe dan Kacang Melebihi Telur

4. Mengurangi minyak (mengganti dengan minyak kelapa). "Tapi jangan gunakan coconut oil dengan jumlah yang sama karena sama saja tidak sustainable. Lahan kita juga tidak cukup, tetap akan terjadi pembukaan lahan," ucapnya.

5. Jika masih mengkonsumsi produk hewani, pastikan sumbernya dari peternakan berkelanjutan.

6. Sebisa mungkin gunakan sumber-sumber makanan lokal karena pesawat merupakan faktor keempat penyumbang CO2 ke bumi.

7. Sebisa mungkin organik.

8. Minim pembuangan (low waste). Sebisa mungkin, gunakan semua bahan masakan yang kita beli. Ketika membeli selada, misalnya, cobalah untuk tidak lagi membuang batangnya karena bagian tersebut ternyata paling kaya akan kalsium.

"Jadi cobalah kreatif dalam membuat metode dan resep masak. Di dapur sebisa mungkin pakai bahan semaksimal mungkin," kata Helga.

Selain itu, minim pembuangan juga bisa dilakukan dengan menggunakan home composting untuk mengurangi 80 persen sampah kita.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X