Tips Membesarkan Anak agar Tumbuh Bahagia

Kompas.com - 14/10/2019, 14:26 WIB
- shutterstock-

KOMPAS.com – Anak-anak yang bahagia cenderung akan tumbuh menjadi orang dewasa yang juga lebih bahagia dan sukses. Dibutuhkan pemenuhan nutrisi dan kasih sayang agar anak bisa tumbuh bahagia.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, mengatakan, bahagia merupakan perasaan tentram atau kestabilan emosi, bukan hanya sekadar rasa senang.

Perasaan bahagia ini tidak dibawa sejak lahir, sehingga perlu ditumbuhkan sejak dini dalam keluarga.

Kematangan emosi dan kebahagiaan anak bisa dibantu dengan mempraktikkan perilaku positif, misalnya dengan tersenyum, melontarkan humor, dan berkomunikasi dua arah dengan anak.

Menurut psikolog yang akrab disapa Lizie itu, wujud kasih sayang orangtua bisa dilakukan dengan rutin menghabiskan waktu dengan anak.

“Orangtua juga perlu terlibat, mendengar dan memperhatikan. Aktivitas bersama sangat dibutuhkan, misalnya dengan mengajaknya main bersama, berinteraksi,” kata Lizie.

Pada anak yang sudah lebih besar, bangun komunikasi dengan rutin menanyakan kabar anak setiap hari.

“Coba tanyakan kabar baik apa yang ia miliki hari itu. Mungkin akan akan bingung, nah orangtua bisa memberikan contoh hal-hal baik yang disyukuri hari itu apa aja,” tuturnya.

Ekspresi emosi positif itu dapat memberikan perubahan positif dalam aspek emosi anak, meningkatkan energi, meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan anak saat dewasa.

Agar anak memiliki mood yang baik, anak juga perlu memiliki waktu tidur yang cukup dan mendapat asupan nutrisi. Anak yang kurang tidur cenderung lebih rewel dan gampang marah.

“Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, pastikan pencernaannya dalam kondisi sehat. Jaga dengan konsumsi probiotik agar nutrisi dapat terserap lebih baik,” kata dr.Ariani Dwi Widodo, Sp.A (K).

Ia menambahkan, anak-anak rentan infeksi karena sistem imunnya belum berkembang. Asupan probiotik dapat membantu melindungi pencernaan anak dari patogen. Selain itu, probiotik juga akan membantu memperbaiki mood anak.

“Kalau anak sakit melulu, tumbuh kembangnya terhambat, kesempatan belajarnya berkurang,” kata Ariani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X