Kompas.com - 26/01/2020, 11:35 WIB
Ilustrasi kanker shutterstockIlustrasi kanker
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Banyak pria tak mengharapkan terkena kanker payudara. Namun faktanya, pria memiliki sejumlah kecil jaringan payudara, dan dapat terkena kanker payudara.

Menurut American Cancer Society, risiko pria terkena kanker payudara dalam seumur hidupnya adalah sekitar 1 banding 833 (1 banding 8 untuk wanita).

Diperkirakan, 2.620 pria didiagnosis penderita penyakit tersebut di tahun ini.

Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan peluang seorang pria terkena kanker payudara, namun banyak pria mengembangkan penyakit itu tanpa mengalaminya.

Sebagian faktor risiko ini serupa untuk pria dan wanita, kata oncologist dan Director of Breast Medical Oncology, Halle Moore, MD. Antara lain:

Usia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara umum, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia pria, dengan usia rata-rata 72 tahun.

Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dan penyakit hati meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Riwayat keluarga

Pria lebih mungkin terkena kanker payudara jika ada anggota keluarga mengidapnya.

Mutasi genetik

Para ahli menduga, gen CHEK2 dan PTEN bertanggung jawab atas beberapa kanker payudara pada pria.

Kondisi medis lainnya

Beberapa penelitian menunjukkan, pria dengan sindrom Klinefelter lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.

Pria dengan kondisi tersebut memiliki sel setidaknya satu kromosom X tambahan.

Dibandingkan pria lain, mereka mempunyai lebih banyak hormon estrogen wanita dan lebih sedikit hormon androgen pria.

Pria yang menjalani perawatan radiasi untuk kondisi lain juga berisiko lebih tinggi mengidap kanker payudara.

Tanda paling umum dari kanker payudara pada pria meliputi:

- Benjolan di payudara yang mungkin tak menimbulkan rasa sakit.
- Kerutan atau lesung kulit pada payudara.
- Puting yang memendek.
- Kemerahan atau kerak pada puting.
- Debit dari puting.

Umumnya, kanker payudara didiagnosis dan dikelola dengan cara sama pada pria dan wanita.

Diagnosis dapat melibatkan pemeriksaan klinis, mammogram, ultrasound, serta biopsi.

Perawatan bisa termasuk pengangkatan payudara, operasi benjolan dan kelenjar getah bening, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi anti-estrogen.

Karena kanker payudara pada pria jarang terjadi, Dr. Moore mengatakan, sebagian besar perkiraan tentang pengobatan, kelangsungan hidup, dan hasil, berasal dari studi wanita dengan penyakit ini.

Namun, pandangan untuk pria dengan kanker payudara tergantung pada tahap di mana kanker ditemukan, bersama faktor-faktor lain.

Tindak lanjut bagi pria yang menderita kanker payudara yaitu mengadopsi gaya hidup sehat yang mencakup makan sehat, olahraga, menghindari rokok dan alkohol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.