Kompas.com - 17/04/2020, 11:20 WIB
Legenda basket AS Michael Jordan menangis ketika berbicara dalam Celebration of Life for Kobe and Gianna Bryant di Staples Center di Downtown, Los Angeles, pada Senin (24/2/2020). AFP/FREDERIC J. BROWNLegenda basket AS Michael Jordan menangis ketika berbicara dalam Celebration of Life for Kobe and Gianna Bryant di Staples Center di Downtown, Los Angeles, pada Senin (24/2/2020).

KOMPAS.com - Sengketa soal merek dagang antara legenda hidup NBA, Michael Jordan melawan merek China Qiaodan Sports, bergulir selama delapan tahun terakhir.

Perseteruan panjang itu kini telah berakhir, setelah pengadilan tinggi China memutuskan kemenangan untuk Jordan.

Dengan keputusan tersebut, seperti dilansir China Daily, perusahaan China tersebut tidak lagi dapat menggunakan terjemahan bahasa Mandarin dari nama Jordan, Qiaodan.

Baca juga: Sneaker Air Jordan 2 Retro, Hormati Para Rival Michael Jordan

Pengadilan menilai, penggunaan merek semacam itu bisa menyesatkan konsumen.

"Putusan yang dibuat oleh pengadilan tinggi tidak hanya mengakui hak Jordan untuk melindungi namanya di seluruh China."

"Tetapi juga menegakkan standar perlindungan yang sama yang ada dalam perselisihan hak kekayaan intelektual," kata Kang Lixia, seorang pengacara kekayaan intelektual dari Beijing Conzen Law Firm.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati tak bisa memakai merek Qiaodan lagi, Qiaodan Sports masih dapat menggunakan logo berupa siluet pemain  basket -yang juga mirip dengan logo Jordan milik Michael Jordan.

Mengamati kenyataan itu, peneliti senior soal hak kekayaan intelektual di Akademi Ilmu Sosial China, Li Shunde, meyakini putusan ini bukan sengketa merek dagang terakhir antara Jordan dan Qiaodan.

Baca juga: Sneaker AJ 1 Fearless, Dua Cerita Penting Hidup Michael Jordan

Di tahun 2016, Jordan memenangi kasus melawan Qiaodan yang memberinya merek dagang atas namanya yang ditulis dalam huruf China.

Tak lama kemudian, pengadilan tinggi mengizinkan Qiaodan menggunakan namanya dalam bahasa Inggris yang diromanisasi.

Sejak putusan pengadilan terbaru ini, Qiaodan Sports mengatakan keputusan itu tidak akan mencegah mereka menggunakan merek dagang lain yang ada, dan bisnis akan berlanjut seperti biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.