Kompas.com - 20/05/2020, 16:26 WIB
Kebutuhan ibu hamil dan menyusui SHUTTERSTOCKKebutuhan ibu hamil dan menyusui
|

Suplementasi asam folat telah terbukti mengurangi risiko kelahiran prematur. Asal tahu saja, ibu hamil membutuhkan setidaknya 400 mikrogram asam folat sehari sebelum kehamilan dan selama kehamilan.

Sereal yang diperkaya dengan folat, sayuran berdaun hijau, buah jeruk, dan kacang polong adalah contoh sumber alami untuk folat.

2. Kalsium untuk perkuat tulang

Ibu dan janin membutuhkan kalsium untuk tulang dan gigi yang kuat. Kalsium juga membantu sistem peredaran darah dan agar otot serta saraf ibu hamil berjalan normal.

Perlu dipahami, ibu hamil membutuhkan 1.000 miligram (mg) kalsium sehari, sementara remaja yang hamil membutuhkan 1.300 gram per hari. Sumber kalsium bisa diperoleh dari produk susu, brokoli, dan kangkung.

3. Vitamin D untuk bantu penyerapan kalsium

Fungsi vitamin D adalah membantu menyerap kalsium dan mineral penting lainnya di dalam tubuh. Ibu hamil membutuhkan 600 unit internasional (IU) sehari. Sumber vitamin D yang baik adalah ikan berlemak, seperti salmon, susu yang diperkaya vitamin D, dan tentu sinar matahari.

4. Protein untuk dukung pertumbuhan janin

Protein mepengaruhi pertumbuhan jaringan janin termasuk otaknya. Protein juga berperan dalam meningkatkan suplai darah untuk ibu hamil.

Asal tahu saja, kebutuhan protein ibu hamil sekitar 40-70 gram protein setiap hari yang bisa didapat dari daging, telur, susu, makanan laut, atau kacang-kacangan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Zat besi untuk cegah anemia defisiensi besi

Tubuh menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan, Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita tidak hamil.

Kebutuhan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah guna memasok oksigen ke janin. Jika tidak memiliki cukup cadangan zat besi atau mendapatkan cukup zat besi selama kehamilan, Anda bisa mengalami anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi berat selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, dan bayi terancam stunting.

Baca juga: Gejala Anemia Saat Hamil

Halaman:
Baca tentang


Sumber GenBest.id
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X