Olahraga Pakai Masker Kurangi Asupan Oksigen, Apa Risikonya?

Kompas.com - 05/06/2020, 08:54 WIB
Warga berjemur di bawah sinar matahari di sekitar rel kereta Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020) pagi. Selain berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari menjadi aktivitas rutin di tengah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga berjemur di bawah sinar matahari di sekitar rel kereta Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020) pagi. Selain berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari menjadi aktivitas rutin di tengah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2.

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat banyak sisi dalam gaya hidup manusia yang berubah.

Masyarakat menjadi lebih sering di rumah. Kalaupun keluar, harus mengenakan masker demi mencegah penularan virus corona.

Lalu bagaimana jika ingin berolahraga? Banyak orang bertanya-tanya, apakah olahraga mengenakan masker berbahaya?

Baca juga: Olahraga Pakai Masker, Benarkah Berbahaya?

Terlebih, dalam beberapa hari terakhir muncul spekulasi di media sosial tentang bahaya penggunaan masker saat ada pesepeda yang tewas, dan dikabarkan akibat penggunaan masker.

Ketua Pusat Penelitian Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Prof A Purba mengatakan, semua kejadian akan kembali pada kondisi tubuh.

Bagi orang yang sangat sehat (ditentukan dengan hasil tes), olahraga mengenakan masker tidak berpengaruh banyak.

Namun, bagi orang yang berisiko atau tidak mengetahui kondisi kesehatannya, tidak disarankan mengenakan masker.

Misalnya olahraga berlari. Lari membutuhkan oksigen yang banyak. Bila mulut dan hidung ditutupi dengan masker, asupan oksigen ke jantung maupun otak berkurang.

Baca juga: Face Shield atau Masker, Mana Lebih Efektif Tangkal Covid-19?

“Kalau berkurang oksigennya bisa cedera. Kalau dipaksakan, bisa terkena serangan jantung karena kekurangan oksigen,” ucap Ketua Scope Medicine KONI Jabar ini.

Lebih berbahaya lagi, jika kondisi tubuh orang tersebut tidak memberikan alarm. Dia merasa sehat, tahu-tahu terkena serangan jantung. Padahal, tidak menunjukkan gejala apa pun.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X