Kompas.com - 12/06/2020, 08:56 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Masa pandemi membuat banyak aktivitas dan hobi baru bermunculan, salah satunya bersepeda.

Bagi sebagian orang, bersepeda mungkin sudah menjadi hobi sejak lama. Namun, ada orang lainnya yang baru memulai hobi bersepeda dalam waktu beberapa bulan terakhir.

Faktanya, memang ada peningkatan jumlah pembelian sepeda di masa pandemi Covid-19. Hal ini dirasakan, salah satunya, oleh Polygon.

Head of Marcomm Polygon Bikes Indonesia, Yunike Maris meyakini, fenomena ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk memiliki gaya hidup yang lebih sehat.

"Bersepeda bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang sehat dalam upaya untuk melawan dan menghadapi pandemi Covid-19 yang belum kondusif sampai dengan saat ini," ungkapnya kepada Kompas Lifestyle, Kamis (11/6/2020).

Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam kegiatan bersepeda, Polygon berupaya menawarkan bermacam tipe sepeda, mulai dari sepeda pemula hingga profesional.

Baca juga: Sepeda Apa yang Cocok Untuk Anda?

Menurutnya, penting pula agar masyarakat untuk terus diedukasi memilih sepeda yang sesuai dengan kebutuhannya.

Yunike menambahkan, tipe sepeda yang paling banyak dicari selama masa pandemi adalah sepeda gunung (MTB).

Sepeda gunung jenis trail untuk berbagai medanDolomites-image Sepeda gunung jenis trail untuk berbagai medan
MTB masih menjadi tipe favorit masyarakat mengingat medan jalanan di rata-rata kota di Indonesia memang tidak rata dan berkerikil. Selain itu sepeda jenis ini mudah dalam perawatan.

"Sepeda gunung tipe hardtail (tanpa suspensi belakang) dianggap mudah perawatannya, walaupun demikian kami juga memiliki banyak varian sepeda lain yang cocok untuk bersepeda di area urban," ujar Yunike.

Namun, beberapa toko sepeda yang dihubungi juga menyebutkan bahwa banyak pembeli yang mencari sepeda lipat (folding bike), atau sepeda untuk perkotaan (urban atau city bike).

Nah, bila kamu baru memulai hobi bersepeda dan masih bingung memilih tipe yang sesuai, panduan berikut ini mungkin bisa membantu dalam mencari sepeda yang tepat.

Menurut daftar dari Polygon Bikes Indonesia, selain kegunaan di atas, ada beberapa tipe sepeda yang bisa menjadi pertimbangan sesuai medannya. Tipe itu adalah:

1. Gravity : sepeda gunung (MTB) yang didesain untuk olahraga menuruni gunung (downhill) dengan kecepatan tinggi.

2. Trail : sepeda gunung (MTB) yang digunakan untuk menjelajah medan offroad khususnya terjal dan berbatu. Terdapat dua varian yaitu dengan suspensi tengah (full suspension) dan tanpa suspensi tengah (hard tail).

3. Enduro : sepeda gunung (MTB ) yang didesain untuk menjelajah medan-medan offroad yang cukup ekstrem di pegunungan atau di luar perkotaan.

4. XC Race : sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk medan crosscountry dengan frame yang ringan dan mengutamakan kecepatan dalam berkendara. Tersedia dalam dua varian yaitu dengan suspensi tengah dan tanpa suspensi tengah

5. XC Sport : sepeda gunung (MTB) yang didesain mengikuti XC race dengan harga yang lebih terjangkau dan tetap tangguh untk menjelajah medan cross country.

6. Leisure : sepeda gunung (MTB) yang didesain dengan posisi duduk yang lebih tegak demi kenyamanan berkendara. Sepeda ini dapat digunanakan multifungsi baik di offroad maupun perkotaan.

7. Women MTB: sepeda gunung (MTB) yang didesain khusus untuk pengendara wanita dengan berbagai kelebihan untuk memudahkan wanita, seperti jangkauan kemudi yang lebih dekat, desain yang memudahkan naik turun sepeda, serta kontrol kendali yang aman untuk wanita.

Baca juga: Panduan Memilih Sepeda Gunung

Sepeda balapRyan McVay Sepeda balap
8. Race: sepeda balap (road race) yang didesain khusus untuk performance tinggi pada kecepatan saat kompetisi. Kokoh, ringan dan responsif untuk para pecinta kecepatan.

9. Endurance: sepeda balap (road race) yang didesain khusus dengan posisi duduk yang lebih tegak untuk meningkatkan kenyamanan saat melakukan perjalanan yang lebih jauh dalam touring atau sekedar melatih endurance.

10. Flatbar : sepeda balap (road race ) yang didesain khusus dengan handlebar yang lurus agar posisi berkendara dapat lebih tegak untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

11. Hybrid : sepeda khusus yang didesain dengan geometri frame sepeda gunung (MTB) tetapi dengan roda ukuran 700C seperti pada sepeda balap (road race). Sepeda ini menawarkan pengalaman berkendara di perkotaan dengan kenyamanan dan kecepatan yang sesuai dengan medannya.

12. Speed Utility bike (SUB) : sepeda untuk perkotaan yang gaya dan minim perawatan. Dilengkapi dengan belt sebagai pengganti rantai serta internal gear akan mengurangi kebisingan saat berkendara.

13. City : sepeda yang paling banyak digunakan di perkotaan atau perumahan. Dengan kelengkapan seperti keranjang, lampu, dan boncengan belakang.

14. Tandem : sepeda yang didesain khusus untuk dua pengendara sekaligus. Sangat cocok untuk bersepeda di taman rekreasi atau di sekitar perumahan bersama pasangan atau keluarga tercinta.

Ilustrasi sepeda imporShutterstock Ilustrasi sepeda impor
15. Folding : sepeda lipat yang praktis dan inovatif bagi yang bermobilitas tinggi. Dapat dilipat dan disimpan dalam space yang terbatas sehingga Anda bisa membawanya ke mana-mana.

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sepeda Semahal Brompton, Tren atau Kebutuhan?

16. Dirt Jump : sepeda yang didesain khusus untuk melakukan atraksi lompatan tinggi. Dilengkapi dengan frame yang kokoh untuk meredam benturan saat sepeda kembali menyentuh tanah.

17. Freestyle : sepeda BMX yang didesain khusus untuk melakukan atraksi di medan datar di sekitar rumah, jalanan atau bike park. Dilengkapi dengan frame dan fork yang kokoh serta rim double wall 20” untuk menghadapi tantangan.

18. BMX Race: sepeda BMX yang didesain khusus untuk balapan. Sepeda ini umumnya menggunakan material yang lebih ringan seperti aluminium.

19. Road (Youth bikes) : sepeda balap (road race) yang didesain khusus anak yang menjelang remaja dengan frame ringan dan roda 24 serta desain ruang kendali yang pas untuk stabilitas pengendalian dengan kecepatan tinggi.

20. MTB (Youth bikes) : sepeda gunung yang didesain khusus untuk anak menjelang remaja. Tersedia dalam ukuran 24” dan 20” sesuai tinggi badan anak.

21. Kids (Youth bikes) : sepeda pemula bagi anak-anak umur 5-6 tahun agar mulai mencintai sepeda.

Baca juga: Apakah Anda Sudah Tergolong Kecanduan Sepeda?

Selain mempertimbangkan kebutuhan, alokasi dana juga perlu menjadi faktor pertimbangan.

Harga sepeda sangat bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 100 juta.

Harga ini tentu menentukan kualitasnya, di antaranya dengan bahan yang dipakai, group set dan wheel set-nya, suspensi, serta kelengkapan lainnya.

Sepeda-sepeda untuk keperluan khusus seperti balapan, atau menuruni jalur gunung (downhill), all mountain, dan touring umumnya harganya lebih mahal, walaupun memang tetap ada banyak pilihan harganya. Artinya jenis sepeda juga akan mempengaruhi kantong Anda.

Ketika membeli sepeda, jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan pemilik toko atau yang melayani Anda agar mendapatkan sepeda impian yang tepat.

Baca juga: Ini Tips Merawat Sepeda Kesayangan Supaya Awet

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.