Diet Dirty Vegan, Perlukah Mencobanya?

Kompas.com - 12/06/2020, 15:05 WIB
ilustrasi diet vegan shutterstockilustrasi diet vegan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Orang terus menemukan cara untuk membuat versi baru dari diet yang telah ada atau memodifikasinya.

Sebagai contoh, diet keto tinggi lemak kerap dimodifikasi mencakup dirty keto, lazy keto, dan clean keto. Dan kini, ada pola makan vegan nabati yang disebut dirty vegan.

Pola makan vegan sendiri menghilangkan semua produk hewani dari menu makanan kita, termasuk makanan laut, telur, susu, daging, dan unggas.

Pola diet ini ketat dan dianggap sebagai gaya hidup bagi banyak pengikutnya, kata Melanie Boehmer, R.D di Lenox Hill Hospital.

Baca juga: Diet Ala Vegan yang Bikin Sehat Tubuh dan Lingkungan

Apa itu diet dirty vegan?

Istilah dirty vegan merujuk pada mereka yang melakukan diet vegan, tapi kadang melonggarkannya dengan sesekali mengonsumsi produk hewani, menurut Boehmer.

Aktris asal AS, Lisa Rinna mempopulerkan istilah ini selama wawancara dengan majalah People.

"Saya cenderung menyebut diri saya seorang dirty vegan. Saya biasanya mengonsumsi makanan berbahan tanaman, Tetapi jika saya perlu makan daging, saya akan memakannya," kata Rinna kepada People.

Perlukah mencobanya?

Boehmer menganjurkan agar kita bertanya pada diri sendiri mengapa berniat mengikuti diet vegan. Alasan tersebut akan membuat kita lebih mampu menjalaninya.

Halaman:


Sumber menshealth

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X