Awas, Jangan Sepelekan "Ngos-ngosan" Saat Bersepeda

Kompas.com - 24/06/2020, 16:39 WIB
Sejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020).  Mereka menggunakan masker. DOKUMEN PRIBADISejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020). Mereka menggunakan masker.

KOMPAS.com - Tren bersepeda di kota-kota besar Indonesia diiringi dengan kabar tidak mengenakkan. Sejumlah orang meninggal saat atau setelah bersepeda.

Seperti yang dialami Didik Hari Prasetyo (53). Lelaki itu meninggal karena serangan jantung saat bersepeda di Jalan Raya Cimatis Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampura, Bekasi, Minggu (21/6/2020).

Di hari yang sama, seorang pensiunan guru warga Tasikmalaya, Lili Sumarli (64), ditemukan meninggal tergeletak dekat sepedanya.

Baca juga: Serangan Jantung Makin Banyak Menyerang Pria di Bawah Usia 40, Kenapa?

Lili diduga kelelahan berolahraga hingga akhirnya meninggal. Selain dua kasus tersebut, ada beberapa kasus serupa lainnya.

Dokter spesialis jantung RS Siloam Karawaci, Vito Anggarino Damay mengatakan, tidak ada yang salah dengan bersepeda.

Malah jenis olahraga ini dianjurkan untuk orang berusia di atas 40 tahun, karena baik untuk sendi.

“Namun yang jadi lupa, ada orang yang tidak biasa bersepeda, mau ngikutin kecepatan yang biasa pake sepeda. Ini tidak dianjurkan.”

Begitu dikatakan Vito saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Sama halnya dengan orang yang biasa bersepeda. Mereka percaya diri karena selama ini tidak pernah terjadi peristiwa apa pun.

Mereka dengan semangat terus bersepeda tanpa pernah melakukan medical check up. Padahal, tidak pernah bisa diketahui kondisi tubuh tanpa medical check up.

Baca juga: Kenali Gejala Awal Serangan Jantung Saat Bersepeda

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X