Kompas.com - 26/06/2020, 21:45 WIB

KOMPAS.com - Mendekati akhir pekan, kebanyakan orang memiliki waktu yang lebih banyak untuk dihabiskan bersama pasangan.

Tak menutup kemungkinan, frekuensi hubungan seksual yang dilakukan bersama pasangan juga lebih banyak daripada hari lainnya.

Sesi bercinta memang bisa meningkatkan kadar hormon bahagia, tetapi bagaimana jika dilakukan terlalu banyak? Adakah jumlah ideal berhubungan seks dalam semalam atau seminggu?

Baca juga: Sering Bercinta Bikin Kulit Sehat dan Bersinar, Benarkah?

Pakar kesehatan seksual dan hubungan, sekaligus Residen Seksolog di Astroglide, Jess O'Reilly, PhD mengatakan, sebetulnya tidak ada standar mengenai frekuensi hubungan seksual.

"Terlalu banyak dan terlalu sedikit bervariasi untuk setiap orang," katanya, seperti dilansir womenshealthmag.com.

Jika kamu ingin melakukan permainan kamar tidur bersama pasangan, lakukanlah. Faktanya, ada kemungkinan pasangan yang semakin banyak bercinta akan semakin puas dengan hubungannya.

Sebuah riset dari University of Toronto menemukan, ada sebuah koneksi antara frekuensi bercinta setidaknya sekali seminggu dan peningkatan kebahagiaan.

Namun, angka di atas itu tidak berarti meningkatkan kualitas ataupun rentan merusak sebuah hubungan.

"Bercinta sekali seminggu cukup untuk menjaga hubungan, dan kebahagiaan muncul dari memprioritaskan keintiman dan seks, bukan untuk mencetak angka tertentu," ungkap O'Reilly.

Baca juga: Semakin Sering Bercinta, Semakin Tak Mudah Stres

Meskipun frekuensi bercinta tidak begitu penting, tak ada salahnya mengetahui berapa frekuensi rata-rata pasangan berhubungan seks?

Data dari tim riset Seks, Reproduksi, dan Gender dari Kinsey Institute mengungkapkan, orang Amerika berusia 18-29 tahun dilaporkan melakukan hubungan seks sekitar 112 kali setiap tahunnya atau sekitar dua kali seminggu.

Sementara itu, pasangan usia 30-39 tahun mengakui berhubungan seks 86 kali per tahun.

Frekuensinya cenderung menurun seiring bertambahnya usia, tetapi ada sekitar 28 persen orang Amerika di atas usia 45 tahun yang masih melakukan hubungan seks sekitar seminggu sekali.

Namun, itu hanyalah angka dari sebuah laporan dan dilakukan terhadap sekelompok orang tertentu.

"Frekuensi yang paling sering dilaporkan adalah antara tiga sampai empat kali setiap bulan," kata O'Reilly.

Frekuensi yang disampaikan O'Reilly hampir sama dengan klaim University of Toronto bahwa hubungan seks seminggu sekali bisa membawa dampak bahagia pada sebuah hubungan.

Baca juga: Perempuan Tidak Orgasme saat Bercinta, Bisakah Tetap Hamil?

Namun, frekuensi hubungan seksual saja bukanlah satu-satunya indikator kebahagiaan pasangan.

Menurut O'Reilly, ada banyak orang yang hubungannya bahagia tanpa melakukan hubungan seks atau jarang melakukannya.

"Bahkan, beberapa orang tidak mengalami ketertarikan seksual atau nafsu sama sekali," ucapnya.

Jika kamu merasa tidak sering merasakan dorongan seksual, tak perlu khawatir, itu bukanlah hal yang tidak normal.

Pada akhirnya, kebahagiaan pasangan bergantung pada masing-masing individu, bukan hanya karena faktor frekuensi seks.

Sebaliknya, frekuensi hubungan seks yang tinggi juga bukan berarti hubungan satu pasangan lebih bahagia atau memuaskan. Bisa saja salah satu pihak justru tidak menghendakinya.

Maka, lebih baik jika kamu membangun komunikasi yang mendalam dengan pasanganmu, termasuk membicarakan tentang seberapa sering kalian ingin berhubungan seks.

Jika mengalami kebuntuan, carilah mediator, seperti terapis pasangan, untuk menjembatani keinginan kalian.

Baca juga: Perlukah Berhubungan Seks Pakai Masker Wajah untuk Cegah Covid-19

Terlepas dari itu, untuk meningkatkan frekuensi hubungan seks, kamu mungkin juga memerlukan beberapa alat untuk membuat suasana hatimu pas untuk menghadapi suasana intim.

O’Reilly merekomendasikan buku-buku erotik, gambar atau video erotik, mainan seks, hingga pelumas yang perlu tersedia untuk memperlancar sesi bercinta.

Kamu juga bisa membangun rutinitas intim bersama pasangan, seperti berfantasi tentang momentum-momentum yang membangkitkan gairah dan saling mengomunikasikan bagaimana masing-masing dari kalian senang disentuh.

Gairahmu dengan pasangan mungkin tidak 100 persen sama, tetapi kamu harus bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk membicarakannya dengan pasangan.

"Kamu bisa bertanya kata-kata atau aktivitas apa yang membuatnya terangsang, yang membuatnya bisa rileks dan bergairah," kata O'Reilly.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Rasa Takut Berhubungan Seks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.