Cegah Penularan Covid-19, Wajib Lakukan 6 Hal Ini Saat Makan di Resto

Kompas.com - 29/06/2020, 16:41 WIB
Ilustrasi makan di resto SHUTTERSTOCKIlustrasi makan di resto

KOMPAS.com - Beberapa Negara mulai melonggarkan karantina, termasuk beberapa daerah di Indonesia yang mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Namun sebenarnya, kondisi dan jumlah kasus Covid-19 di berbagai negara masih terus mengalami perkembangan setiap harinya.

Di Indonesia, kasus baru Covid-19 masih lebih dari seribu. Hingga hari ini, dari data terbaru, jumlah total kasus virus corona di Indonesia mencapai 54.100 kasus.

Baca juga: Wabah Corona, Seorang Tamu Beri Tip Rp 144 Juta Jelang Resto Ditutup

Meski demikian, banyak orang mulai melakukan berbagai aktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke mal dan makan di resto.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berbeda dengan bakteri dan virus lain, virus corona memang tidak dapat ditularkan melalui makanan, .

Infeksi Covid-19 menyebar melalui tetesan pernapasan, baik dari permukaan benda atau dari orang yang batuk dan bersin.

Tapi, ini bukan berarti kamu bisa makan di resto dengan aman. Keputusan untuk makan di restoran harus dengan pertimbangan bagaimana tingkat penularan Covid-19 di masyarakat.

Jika ada peningkatan kasus Covid-19 di daerahmu, disarankan untuk pesan bawa pulang atau pesan antar yang bisa kamu lakukan dari rumah.

Apalagi, mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelumnya dan orang-orang berusia di atas 65 sebaiknya tidak meningkatkan risiko dengan makan di restoran, di mana risiko kontaminasi bisa tinggi dalam keadaan tersebut.

Baca juga: Restoran di AS Gunakan Hantu untuk Terapkan Pembatasan Jarak

Namun, jika kamu sangat membutuhkan interaksi sosial di ruang publik setelah beberapa bulan melalui masa pembatasan sosial berskala besar, penting untuk melakukan tindakan pencegahan berikut ini:

1. Pilih restoran dengan ventilasi baik

Transmisi aerosol dapat meningkat dalam ruang yang berventilasi buruk, karena partikel-partikelnya tetap terperangkap di dalam ruangan.

Pilih restoran yang memiliki semacam ruang tertutup dengan langit-langit terbuka, serta jendela dan pintu terbuka. Lebih baik lagi, pilih restoran yang memiliki pilihan tempat duduk di luar ruangan.

2. Cari tahu lebih dulu apakah restoran menerapkan protokol kesehatan

Sebelum membuat reservasi atau tiba-tiba muncul di restoran, ada baiknya periksa terlebih dahulu apakah staf wajib memakai masker wajah dan menerapkan berbagai protokol kesehatan.

Juga, cari tahu apakah pengaturan tempat duduk sesuai dengan pedoman jarak sosial yang merekomendasikan meja ditempatkan terpisah satu hingga dua meter.

3. Jangan berbagi peralatan, prasmanan, dan salad bar

Cobalah untuk tidak berbagi ayam goreng, kentang goreng, dan makanan lainnya dari satu piring karena virus dapat saling bertukar antara orang-orang ini, jika tangan bersentuhan satu sama lain.

Selain itu, jangan juga berbagi peralatan seperti sendok dan alat makan lainnya. Berhati-hatilah dengan apa yang kamu letakkan.

Area umum seperti prasmanan dan salad bar biasanya tidak memungkinkan untuk jarak sosial. Sehingga, ini juga dapat meningkatkan kemungkinan bersentuhan dengan permukaan benda yang terinfeksi.

Jangan lupa, gunakan metode pembayaran tanpa kontak di akhir makan. Seka kartu kredit dengan pembersih setelah digunakan.

Juga, jangan gunakan pena yang diberikan oleh restoran untuk menandatangani. Pakai pena sendiri untuk meminimalkan jumlah kontak dengan barang orang lain.

Baca juga: Cegah Covid-19, Restoran di Tokyo Semprot Pelanggan dengan Desinfektan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X