Kompas.com - 01/07/2020, 07:30 WIB
Booth sepeda 3Sixty saat ambil bagian dalam perhelatan The 27th China International Bicycle Fair di Shanghai, tahun 2017. VIA 3Sixty.krBooth sepeda 3Sixty saat ambil bagian dalam perhelatan The 27th China International Bicycle Fair di Shanghai, tahun 2017.

KOMPAS.com – Bisa jadi, karena minat konsumen terhadap sepeda Brompton asli London, Inggris luar biasa besar -namun tak bisa diraih oleh semua kalangan, maka alternatif sepeda yang "menjiplak" Brompton pun menjadi pilihan, hingga ikut laris manis.

Setidaknya, pengalaman itu yang terjadi sejak beberapa waktu lalu pada beberapa pabrik sepeda besar yang mencoba meniru model Brompton.

Baca juga: Mau Beli Brompton? Jangan Mau Bayar Kemahalan, Ini Harga Wajarnya

Sebutlah, pabrikan lokal Element yang membuat varian Pikes sejak tahun 2019. Dalam waktu dekat Element akan meluncurkan Pikes gen 2, setelah sebelumnya sukses dengan Pikes gen 1.

Bila diamati dari berbagai tayangan, baik video maupun foto di media sosial, bentuk Pikes gen 2 sekilas bisa disebut "Brompton banget".

Tak tanggung-tanggung, bukan hanya model, tapi pilihan kombinasi warna pun meniru varian yang ada di Brompton.

Sebutlah Brompton Explore yang sempat heboh dalam kasus penyelundupan di pesawat Garuda pada akhir tahun 2019 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Brompton Explore, Sepeda Mahal yang Sandung Dirut Garuda

Sepeda itu adalah produk "limited edition" yang hanya diproduksi sebanyak 2.000 buah di seluruh dunia.

Harga "wajar'-nya saat masuk ke pasar Indonesia di masa itu mencapai Rp 50 jutaan.

Kini, di saat harga Brompton melambung, sepeda Brompton Explore "bekas" pun ada yang ditawarkan seharga Rp 80 jutaan.

Nah, desain sepeda eksklusif itu pula yang nampaknya dijiplak "habis" oleh Element dengan Pikes gen 2.

Begitu pula dengan seri kolaborasi Brompton x David Millar dalam seri CHPT yang didominasi warna hitam dan merah.

Kombinasi dalam nuansa serupa terlihat dalam pilihan warna sepeda Pikes gen 2.

Pikes gen 2 "sukses" sebelum meluncur

Element Pikes Gen 1 (kiri) dan Element Pikes Gen 2 (kanan) dua sepeda yang menjiplak model sepeda Brompton asal Inggris.REPRO BIDIK LAYAR VIA IG @elementbikeid Element Pikes Gen 1 (kiri) dan Element Pikes Gen 2 (kanan) dua sepeda yang menjiplak model sepeda Brompton asal Inggris.
Belum lagi produk tersebut dipasarkan, Pikes gen 2 sepertinya sudah menuai sukses, dan meraih ceruk pasar yang besar.

Di jejaring media sosial sempat terjadi kegaduhan karena janji Element untuk meluncurkan seri Pikes gen 2 harus diundur.

Melalui akun Instagram @elementbikeid, pihak Element harus mengeluarkan pengumuman dan membantah hoax yang beredar di masyarakat.

Baca juga: Ramai Brompton, Sophia Latjuba Pilih Sepeda Ecosmo Edisi Spesial

"Sobat gowes-sobat gowes, mohon perhatiannya ya. Ini benar-benar di luar kendali kami, bukan kami memberi janji palsu, tapi apa daya yang dapat kami lakukan sekarang hanya memohon pengertiannya dari sobat gowes yang sangat menantikan kehadiran Pikes Gen 2."

"Jadi begini ceritanya. Kenapa sih Pikes gen 2 diundur release-nya?"

"Karena salah satu part yang digunakan pada Pikes gen 2 (hub internal) mengalami keterlambatan, atau bisa dibilang tertunda dalam pengirimannya."

"Sehingga kami mengumumkan kehadiran Pikes Gen 2 harus mundur sampai pertengahan bulan Juli 2020."

"Mohon maaf sekali berita ini harus kami sampaikan dengan berat hati," begitu bunyi pernyataan pihak Element.

Unggahan itu pun mendapat reaksi beragam dari warganet, yang umumnya menyayangkan keterlambatan tersebut, dan meminta jaminan pasokan stok yang mencukupi.

Setidaknya hal itu bisa menjadi gambaran, betapa sepeda tersebut sungguh menarik minat konsumen Indonesia.

3Sixty

3SixtyVIA 3Sixty.kr 3Sixty
Merek lain yang menuai sukses dari kemasyuran Brompton adalah sepeda impor, 3Sixty.

Sepeda ini diproduksi di Shenzhen, China dan juga di Korea. Disebutkan dalam situs 3Sixty.kr perusahaan ini didirikan pada tahun 2012.

3Sixty disebut berusaha mendekati pelanggan dengan harga sepeda yang terjangkau, sambil tetap menjaga kualitas.

Produk 3Sixty masuk ke Indonesia dalam rentang harga yang tak juga murah. Varian sepeda ini dijual di sekitar harga Rp 10 jutaan, bahkan lebih.

Secara bentuk, sepeda ini amat mirip dengan Brompton.

Baca juga: Enggak Tega Beli Brompton? Coba Lirik Sepeda-sepeda Ini...

Bahkan para penikmatnya di Indonesia, tak segan mencabut label merek 3Sixty dan lalu memparodikannya dengan stiker berbunyi "Brompnot" -dengan gaya font yang sama dengan Brompton.

Tak hanya itu, banyak pula pengguna yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan suku cadang Brompton asli yang lalu dipasangkan di rangka 3Sixty ini.

Jika sudah begitu, beberapa dari pemilik ada yang tak ragu menempelkan stiker Brompton pada posisi yang sama di rangka sepeda.

Bagi mata awam, sepeda itu mungkin terhitung sulit dibedakan dengan Brompton asli.

Namun satu perbedaan kecil yang bisa dilihat secara kasat mata adalah, adanya lekuk pada batang triangle bawah, di sekitar rantai belakang.

Brompton asli tak memiliki lekuk tersebut.

Lekuk pada bidang triangle bawah seperti di gambar (kanan bawah) menjadi pembeda antara Brompton dan sepeda 3sixtyVIA 3Sixty.kr Lekuk pada bidang triangle bawah seperti di gambar (kanan bawah) menjadi pembeda antara Brompton dan sepeda 3sixty

Penjualan 3Sixty pun terbilang amat sukses. Buktinya, sistem pre-order yang biasa dibuka oleh banyak pedagang di media sosial, hampir selalu disambut oleh konsumen.

Komunitas penggemarnya pun mudah ditemukan di Tanah Air. Stok sepeda ini juga tergolong sulit didapat, persis seperti yang terjadi pada Brompton.

Kreuz "Brompton made in Bandung"

Sepeda KreuzDOKUMENTASI KREUZ Sepeda Kreuz
Pilihan terakhir ya tentu saja sepeda Kreuz kreasi anak-anak Bandung. Sejak diberitakan Kompas.com pekan lalu, angka penjualan sepeda ini meroket tajam.

Sepeda itu dibuat dengan "membelah" sepeda Brompton asli, untuk mendapatkan pola demi bisa membuat prototipe pertamanya.

Kini, antrean inden pun sudah mencapai bulan Juni 2022. Ya, tahun 2022.

Rupanya banyak orang rela membayar 50 persen dari harga frame set yang dibanderol Rp 3,5 juta itu, untuk jangka waktu lebih dari setahun.  Luar biasa bukan?

Baca juga: Curhat Pembuat Sepeda Kreuz, Banjir Order Sampai Takut Pegang HP

Meledaknya jumlah pesanan sepeda yang diproduksi juga secara handmade ini, memaksa Kreuz menambah jumlah pegawai.

“Saat mulai, jumlah UMKM yang terserap 30an orang. Sekarang total 172 orang,” ujar salah satu pemilik Kreuz, Jujun Junaedi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Pelaku UMKM ini tersebar di beberapa kota seperti Bandung, Garut, dan sejumlah orang di Jawa Timur.

Jumlah ini bisa bertambah seiring dengan imbas penjualan sepeda Kreuz terhadap produk lainnya, seperti tas, kaus, dan souvenir.

Baca juga: Cerita Brompton Mahal Dikira Sepeda Kreuz Bandung, duh...

Penambahan jumlah pegawai ini diharapkan mampu meningkatkan target produksi sepeda Kreuz. Dari semula 10 unit per bulan menjadi 15-25 unit per bulan.

Jelas terlihat betapa pesona sepeda Brompton membuat banyak orang terbius.

Entah pilihan jatuh pada Pikes dari Element, 3Sixty, atau sepeda handmade Kreuz dari Bandung, yang pasti semuanya terlihat seperti kreasi Andrew Ritchie.

Sulit dibantah, sebab sepeda pertama Brompton sudah dirancang sejak akhir dekade 70an, jauh sebelum ketiga merek itu lahir.

Jadi -diakui atau tidak, banyak pembeli yang rela membayar -dan bahkan menunggu lama demi mendapatkan sepeda yang terlihat seperti Brompton.  Ya, Brompton wanna be...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.