Covid-19 Menular Lewat Udara, Bagaimana Kita Melindungi Diri?

Kompas.com - 10/07/2020, 09:32 WIB
Pembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang.

KOMPAS.com – Lebih dari 230 ilmuwan menulis kepada Organisasi Kesehatan Dunia mendesak agar lembaga ini mengubah pedoman yang berkaitan dengan risiko penularan Covid-19 melalui udara (airborne).

Pada Kamis (9/7/2020), WHO resmi mengeluarkan pernyataan virus corona dapat berlama-lama di udara dalam ruang tertutup, dan ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Menurut ilmuwan, tetesan berukuran di bawah 5 mikrometer yang mengandung virus SARS-CoV-2 yang diembuskan seseorang bisa melayang di udara selama beberapa jam dan berkelana hingga puluhan meter.

Tetesan sangat kecil tersebut, disebut mikrodroplet, juga bisa berkelana ke ruangan lain. Orang lain yang menghirup partikel aerosol mengandung virus tersebut dapat tertular Covid-19.

Risiko itu paling besar jika kita berada dalam ruangan tertutup, misalnya restoran atau kendaraan umum, yang sirkulasi udaranya buruk.

Penyakit pernapasan lain yang juga menular lewat mikrodroplet adalah Middle East respiratory syndrome (MERS) dan flu.

Baca juga: Pernyataan Resmi WHO, Virus Corona Menyebar di Udara dan Menular

Waktu dan paparan virus

Ada dua hal yang perlu diketahui terkait penularan penyakit lewat udara, yaitu waktu dan paparan virus.

“Itu adalah hasil dari paparan, yaitu jumlah virus yang berada di udara dan waktu kita terpapar,” kata dokter ahli penyakit menular dari Stanford Health Care, Dean Winslow seperti dikutip Healthline.

Menurutnya, jika kita terpapar virus ini dalam jumlah kecil risiko untuk sakit dan tertular lebih rendah dibanding jika kita terpapar dalam waktu lama dan jumlah virusnya banyak.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X