Kompas.com - 19/07/2020, 17:46 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com— Dalam hal penurunan berat badan kebanyakan orang pasti menginginkan hasil yang instan dan cepat. Sayangnya, seringkali tercapainya target itu mengorbankan kesehatan.

Banyak orang yang hanya fokus pada angka timbangan yang turun, tetapi sebenarnya ada efek samping dari penurunan badan instan dan drastis, entah itu muncul jangka panjang atau jangka pendek.

Sebelum memutuskan untuk melakukan program penurunan berat badan, ketahui dulu hal-hal dasar sehingga kita bisa terhindar dari proses pelangsingan yang tidak sehat.

1. Berapa banyak menurunkan berat badan yang sehat dalam enam minggu?

Penurunan berat badan yang disarankan para ahli berkisar sekitar 0.5 - 1kg per minggu, sehingga beberapa wanita berpotensi kehilangan sekitar 2 kg berat badan dalam enam minggu, sementara yang lain bisa menurunkan hingga 6 kg.

Tetapi penurunan berat badan adalah proses yang unik dan tergantung pada banyak faktor. Penting untuk menyadari bahwa ada banyak faktor yang berperan dalam komposisi tubuh. Jadi, keberhasilan orang lain seringkali sulit dijadikan patokan. Yang terpenting adalah mengubah pola hidup tidak sehat menjadi sehat.

Baca juga: Turunkan Berat Badan 36 Kg dengan Jalan Kaki dan Diet Karbo, Mau Coba?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Bisakah kita menurunkan 6 kg dalam 6 minggu?

Penurunan berat badan pada tingkat ini tidak akan dianggap 'sehat' oleh banyak ahli, karena yang tingkat aman adalah 0,5kg hingga 1kg setiap minggu.

Selain itu, bagi wanita sebaiknya tidak menurunkan persentase lemak tubuh mereka di bawah 18 persen.

“Karena produksi hormon, kesuburan, dan siklus reguler dapat berpengaruh dalam jangka panjang,” kata Jake Lawrance dari F45 Training Camden.

Ini bukan hanya tentang angka pada timbangan tetapi apa yang ada di membangun tubuhmu, yang salah satunya juga membutuhkan lemak, itu yang terpenting.

Ilustrasi langsingshironosov Ilustrasi langsing

3. Bisakah kita menurunkan berat badan saat pandemi?

Penurunan berat badan terjadi ketika kamu berada dalam defisit kalori. Memahami keseimbangan energi untuk tubuh kita sendiri (atau total pengeluaran energi harian) adalah kunci untuk mengetahui titik kamu akan memulai mengatur asupan.

Singkatnya, menurunkan berat badan bisa sesederhana makan lebih sedikit dari yang dibakar tubuh untuk aktivitas sehari-hari.

Bergerak lebih banyak dan makan lebih sedikit, dan kamu kemungkinan akan mengalami defisit kalori, karena itu kamu bisa kehilangan lemak dan hal ini bisa dilakukan di masa pandemi.

Baca juga: Bersepeda dalam Kondisi Perut Kosong, Efektif Turunkan Berat Badan?

4. Bagaimana cara agar tetap fokus pada tujuan penurunan berat badan selama 6 minggu penuh?

Sebelum memulai rencana kebugaran atau makanan apa pun, kenali alasanmu melakukannya.

"Hal ini adalah bahan ajaib untuk membantu kita mampu melalui saat-saat ketika tergoda untuk menyerah," kata Dr Jen Nash, psikolog klinis Healthspan.

Apa alasan terbesarmu memutuskan untuk memulai diet enam minggu ini? Apakah ini kamu lakukan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kondisi kesehatan yang semakin buruk, atau untuk meningkatkan rasa percaya diri untuk suatu acara?

Jadikan alasan utama kita itu sebagai pengingat. Kita bisa menulisnya dalam kata-kata yang besar untuk ditempel di kamar atau meletakkan foto sebagai motivasi.

“Berfokus pada hasil kesehatan nyata akan membuat kita lebih sehat dan lebih bahagia,” kata Kristina Saffran, CEO dan salah satu pendiri Project HEAL.

Sederhananya, mengaitkan kebahagiaan pada berat badan di timbangan tidak akan membuatmu menjalankan hidup sehat dalam jangka panjang.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Berusia 40 Tahun

5. Apakah saya perlu mengurangi kelompok makanan tertentu?

Tentu saja tidak. Berpantang kelompok makanan tertentu tidak pernah disarankan secara nutrisi kecuali kamu memang diminta melakukannya oleh dokter atau ahli gizi karena punya alergi atau kondisi kesehatan.

Jika kamu ingin menurunkan berat badan, kamu harus memastikan bahwa kamu akan kekurangan kalori. Mulailah bertahap, misalnya dengan mengurangi jumlah nasi menjadi setengahnya.

Kita juga bisa menikmati makanan favorit tetapi jumlahnya sedikit.

6. Haruskah menggunakan aplikasi untuk memantau apa yang dimakan dan diminum?

Sangat mudah untuk salah menghitung asupan dan karenanya kita tidak melihat hasilnya. Terutama ketika kamu berada di rumah sepanjang hari dan camilan favorit terus menggodamu untuk menyantapnya.

Kamu bisa mengunduh aplikasi penghitungan kalori sebagai cara terbaik untuk mendapatkan gambaran umum tentang apa yang kita konsumsi.

Baca juga: Cara Menghitung Kalori Makanan untuk Turunkan Berat Badan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X