Kompas.com - 03/09/2020, 10:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Cedera, seperti jatuh, menabrak sesuatu, atau kejatuhan barang adalah hal-hal yang umum terjadi pada bayi dan anak di bawah usia tiga tahun.

Namun bila "kecelakaan" itu mengenai kepala bayi, misalnya terbentur, maka bisa membuat kita sebagai orangtua menjadi khawatir.

Biasanya cedera kepala bayi terbentur dapat sembuh sendiri dan tidak menyebabkan masalah dalam jangka panjang. Meski demikian, pertolongan pertama bila kepala bayi terbentur perlu diketahui oleh semua orangtua untuk mencegah akibat yang lebih fatal.

Kepala bayi terbentur umumnya terjadi saat Si Kecil mulai belajar merangkak dan berjalan. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika ia sudah mulai besar, seperti terpeleset saat bermain.

Kepala bayi terbentur dapat menyebabkan cedera di permukaan kulit kepala dan di dalam kepala. Ia mungkin juga akan memiliki benjolan di kepala yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman.

Mengingat bayi tidak dapat mengutarakan keluhan tersebut, orangtua harus jeli dengan tanda-tandanya untuk mengetahui apakah kepala bayi terbentur tergolong cedera ringan atau parah.

Adapun tingkatan risiko cedera kepala bayi terbentur dari yang paling rendah hingga paling tinggi adalah sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Cedera kepala ringan

Sebagian kasus benturan kepala bayi dan anak di bawah usia tiga tahun tidak bersifat serius. Luka yang dialami biasanya hanya terbentuk pada kulit kepala atau wajah.

Akan tetapi, mengingat kepala bayi dan anak di bawah usia tiga tahun masih lunak dan masih dalam tahap perkembangan, benturan sedikit saja tentu dapat menyebabkan luka yang terlihat sangat gawat.

Akibatnya, bayi mungkin akan mengalami memar, baik di kulit kepala atau dahi. Selain memar, Si Kecil bisa mengalami benjol atau luka lecet, tetapi tanpa disertai gejala lebih lanjut.

Risiko bahaya cedera kepala bayi terbentur juga dapat dianggap rendah atau ringan apabila jatuhnya tidak tinggi, serta tidak ada gejala gangguan saraf setelahnya, dan tidak ada tanda-tanda kelainan yang dialami bayi dalam jangka waktu dua jam setelah terjatuh.

2. Cedera kepala sedang

Risiko bahaya cedera tingkat sedang apabila kepala bayi terbentur cukup keras disertai berbagai gejala, seperti mual dan muntah berulang (3-4 kali), mengalami gangguan kesadaran kurang dari 1 menit, bayi jadi rewel atau merasa lemas, muncul benjolan besar di area kepala yang terbentur.

3. Cedera kepala parah

Jika benturan pada kepala bayi sangat keras dan serius, bayi mungkin akan mengalami luka dalam. Luka dalam meliputi tengkorak retak atau patah, pembuluh darah pecah, atau kerusakan pada otak.

Pada beberapa kasus, luka dalam yang juga dikenal dengan istilah trauma pada kepala atau gegar otak dapat berakibat fatal.

Gegar otak pada bayi dapat memengaruhi banyak bagian di otak sehingga fungsinya mungkin dapat terganggu.

Baca juga: 10 Tanda Awal Autisme pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Risiko cedera kepala juga tergolong parah apabila bayi:

  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Bayi gelisah
  • Ada gejala kelainan saraf
  • Terdapat tulang yang tampak masuk ke dalam
  • Mengalami kejang
  • Terdapat garis retak atau patah tulang pada kepala
  • Ubun-ubun benjol
  • Muntah lebih dari 5 kali selama lebih dari 6 jam
  • Hilang kesadaran lebih dari 1 menit

Pertolongan pertama kepala bayi terbentur yang bisa dilakukan orangtua

Pada kebanyakan kasus, orangtua disarankan untuk memantau kondisi buah hati setelah kepalanya terbentur.

Jika kepala bayi terbentur dan benturannya tidak terlalu parah, coba tangani luka atau bagian kepala yang cedera dengan melakukan pertolongan pertama berikut ini.

1. Lakukan kompres dingin

Salah satu pertolongan pertama kepala bayi terbentur adalah dengan melakukan kompres dingin.

Kompres area kepala bayi terbentur atau yang terdapat luka menggunakan es batu yang dibungkus kain atau handuk lembut selama kurang lebih 20 menit. Kompres luka tersebut setiap 3-4 jam sekali.

Kompres dingin bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang terjadi.

2. Bersihkan luka terbuka

Pertolongan pertama kepala bayi terbentur berikutnya adalah membersihkan luka terbuka. Apabila ada luka terbuka, tekan perdarahan selama 10 menit terlebih dahulu.

Lalu, lakukan cara membersihkan luka dengan air hangat dan sabun bayi. Oleskan salep yang mengandung antibiotik untuk bayi guna mencegah infeksi. Kemudian, tutup luka terbuka menggunakan plester atau kain lembut.

3. Berikan obat pereda nyeri

Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa memberikan paracetamol khusus bayi dan anak dengan dosis yang wajar sebagai pertolongan pertama kepala bayi terbentur, apabila diperlukan.

Tetapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak untuk memastikan obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

4. Istirahatkan bayi

Saat kepala bayi terbentur, ia mungkin akan kaget dan menangis. Anda dapat membiarkan bayi untuk beristirahat sejenak.

Sesekali cek apakah bayi Anda masih bernapas seperti biasa dan tetap responsif. Segera cari bantuan medis apabila bayi tidak dapat dibangunkan.

5. Pantau gejala atau tanda-tanda tak biasa pada bayi

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda atau gejala tidak biasa setelah terbentur, susah makan, dan menjadi rewel, segera periksakan Si Kecil ke dokter anak. Dengan ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi buah hati Anda.

Baca juga: 9 Mitos Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir dan Faktanya

Kapan kepala bayi terbentur harus diperiksakan ke dokter?

Cedera ringan pada kepala bayi terbentur umumnya tidak memerlukan pemeriksaan CT scan.

Namun, untuk risiko cedera sedang dan tinggi, disarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Tentu hal ini membutuhkan evaluasi dari dokter terlebih dahulu.

Sebaiknya, segera bawa Si Kecil ke unit gawat darurat dan hubungi dokter anak guna mendapatkan penanganan medis yang tepat apabila bayi Anda menunjukkan gejala atau tanda-tanda di bawah ini:

  • Bayi di bawah usia 2 tahun
  • Bayi rewel dan tidak berhenti menangis
  • Muntah terus-menerus
  • Ubun-ubun tampak menonjol
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Sulit bernapas
  • Kejang
  • Pupil mata membesar
  • Keluar cairan bening dari hidung, telinga, atau mulut
  • Gangguan penglihatan, pendengaran, dan wicara
  • Lemas, kehilangan tenaga, atau tidak bisa bergerak (lumpuh)
  • Perdarahan terus-menerus dari hidung atau mulut
  • Bayi jatuh dari ketinggian kurang lebih 1 meter
  • Ada luka yang terbuka cukup parah sehingga butuh jahitan
  • Kepala benjol disertai pembengkakan di beberapa area tubuh
  • Memiliki riwayat cedera otak

Kepala bayi terbentur dapat terjadi di mana dan kapan saja, baik sedang merangkak, berjalan, bermain, terbentur barang-barang di sekitarnya, atau bahkan jatuh dari tempat tidur.

Maka dari itu, buatlah lingkungan yang aman untuk Si Kecil dan usahakan gerak-geriknya selalu berada di bawah pengawasan orangtua.

Baca juga: Tips Aman Memandikan Bayi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.