Michelle Obama Bicara Soal Perjuangan Berat dalam Pernikahannya

Kompas.com - 09/09/2020, 12:34 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan ibu negara Michelle Obama berpartisipasi dalam pembukaan potret resmi lukisan mereka di Galeri Potret Nasional Smithsonian, 12 Februari 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. (AFP/Mark Wilson) Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan ibu negara Michelle Obama berpartisipasi dalam pembukaan potret resmi lukisan mereka di Galeri Potret Nasional Smithsonian, 12 Februari 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. (AFP/Mark Wilson)
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pasangan Barack dan Michelle Obama memang tampak seperti pasangan suami-istri ideal. Namun pada kenyataannya, pernikahan keduanya sama seperti pasangan-pasangan lainnya yang juga diwarnai oleh masa-masa sulit.

Dalam sebuah episode podcast di Spotify, Michelle menceritakan perjuangan dalam pernikahannya, terutama ketika ia dan Presiden ke-44 Amerika Serikat memiliki anak kecil.

Kelelahan, stres, dan berbagi peran dalam keluarga membuat hubungan mereka saat itu kacau.

"Kamu harus tahu bahwa akan ada waktu, periode waktu yang lama, ketika kamu tidak bisa sepakat satu sama lain. Aku mengatakannya dalam tur buku sebagai lelucon," ungkapnya dalam percakapan dengan pembawa acara televisi Conan O'Brien.

“Tapi itu bukan berarti kamu harus menyerah. Dan periode ini bisa berlangsung lama, bisa bertahan bertahun-tahun. "

Michelle kemudian mencontohkan para pasangan muda yang seringkali ingin menyerah dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi karena mereka merasa dirinya hancur.

Namun, ia menguatkan bahwa dengan hubungan yang kuat dan mengingat semua masa-masa indah, masalah bisa diatasi bersama secara perlahan.

"Kami memiliki pernikahan yang sangat kuat. Dan jika aku menyerah, jika aku kabur pada masa-masa berat itu, maka aku akan kehilangan semua keindahannya. Keindahan itu juga ada," kata ibu dua anak itu.

Baca juga: Transformasi Gaya Michelle Obama Setelah Jadi Warga Biasa

Barack dan Michelle bertemu di 1989. Mereka akan merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-28, bulan depan.

Menurutnya, salah satu kunci rumah tangga yang solid adalah membangun hubungan seperti membangun sebuah tim.

Sebab, ketika kita memilih pasangan sebagai tim dan sama-sama ingin menang bersama, maka tim itu juga akan kuat.

"Jika kamu melihat pernikahan sebagai tim yang nyata, kamu tentunya ingin rekan satu timmu juga menjadi seorang pemenang kan," kata Michelle.

"Maka seseorang seperti LeBron lah yang kamu inginkan (bintang LA Lakers LeBron James)".

Michelle pernah menghadapi masalah kesuburan. Namun masalah itu bisa diatasi dan kini ia memiliki dua anak perempuan, Sasha (19) dan Malia (22). Namun. Memiliki anak ternyata secara dramatis mengubah dinamika hidup mereka.

Menjadi ibu adalah momentum pertama bagi Michelle merasakan peran gender yang begitu kuat dalam pernikahan mereka, meskipun ia tak menampik bahwa kehadiran anak bisa saja mengacaukan pernikahannya.

"Aku harus berada di sana, dan suamiku masih menjalani kehidupan biasanya. Kemarahan mulai menumpuk, seperti, oke, apa kabar teman-temanku? Sahabatku yang berada di gym? Seperti, mengapa mereka bisa berada di gym, sementara aku sedang membawa kubis di dadaku," ucapnya.

Tapi untunglah semua itu bisa dilalui dengan baik, dan hubungan pasangan ini semakin kuat menjelang ulang tahun pernikahan mereka.

Baca juga: Michelle dan Barack Obama Ungkap Pola Asuh untuk Kedua Putrinya



Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X