Cara Mengatasi Mimisan dengan Tepat dan Cepat

Kompas.com - 18/09/2020, 14:49 WIB
Ilustrasi mimisan shutterstockIlustrasi mimisan
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Mimisan atau keluarnya darah dari hidung memang kerap membuat kita panik. Tak heran, masih banyak orang bingung dan keliru saat melakukan pertolongan pertama pada mimisan.

Ketika mimisan, kebanyakan orang malah berbaring, mendongakkan kepala ke belakang, atau menyumpal lubang hidung dengan tisu. Padahal, langkah tersebut tidaklah benar. Lantas, bagaimana pertolongan pertama mimisan yang tepat dan cepat?

Epistaksis atau dikenal oleh orang awam dengan istilah mimisan adalah kondisi ketika keluar darah dari dalam hidung.

Mimisan dapat disebabkan oleh adanya gangguan, seperti kebiasaan mengupil, menarik atau menghembuskan napas terlalu keras, atau kondisi di mana bagian dalam hidung yang terlalu kering karena perubahan suhu udara.

Biasanya, darah yang mengalir berasal dari salah satu atau kedua lubang hidung. Kondisi ini dapat tergolong ringan hingga berat, serta berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit atau lebih.

Mimisan dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, hingga orang lanjut usia. Pada kasus tertentu, mimisan juga dapat disebabkan oleh masalah pada hidung bagian yang sangat dalam dan umum terjadi pada orang dewasa. Misalnya, karena:

  • Cedera atau patah hidung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kondisi yang memengaruhi pembuluh darah atau gangguan pembekuan darah
  • Efek samping konsumsi obat-obatan tertentu, seperti warfarin

Meski dapat mengancam nyawa, mimisan jarang sekali menandakan adanya gejala kondisi medis yang serius. Kita pun dapat melakukan langkah pertolongan pertama mimisan dengan tepat dan cepat di rumah.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Anak Mimisan

Langkah-langkah pertolongan pertama mimisan dengan tepat dan cepat

Berbaring, mendongakkan kepala ke belakang, atau menyumpal lubang hidung dengan tisu bukanlah cara yang benar untuk menolong penderita mimisan.

Alih-alih menghentikan perdarahan, cara tersebut justru membuat darah tetap keluar dari hidung atau berbalik menutup saluran pernafasan.

Berikut adalah langkah pertolongan pertama mimisan dengan tepat dan cepat untuk menghentikan perdarahan dari dalam hidung:

1. Duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan

Pertolongan pertama mimisan yang utama adalah duduk tegak dan mencondongkan tubuh ke depan.

Duduk tegak dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung. Dengan ini, kita dapat mencegah darah semakin banyak keluar dari hidung.

Kemudian, mencondongkan tubuh ke depan dapat membantu mencegah darah kembali masuk ke hidung atau saluran napas, atau tertelan, yang dapat menyebabkan iritasi pada perut.

Kalau Anda berbaring, darah justru bisa masuk kembali dan berisiko menyumbat jalan napas.

2. Mencubit cuping hidung

Masih dalam posisi duduk tegak, pertolongan pertama mimisan berikutnya adalah dengan mencubit cuping hidung.

Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencubit cuping hidung selama 10-15 menit. Selama itu, Anda bisa mencoba untuk bernapas melalui mulut.

Mencubit cuping hidung bertujuan untuk memberikan tekanan pada titik perdarahan di septum hidung sehingga darah dapat berhenti mengalir.

Jika darah tetap keluar dari hidung setelah 10-15 menit pertama, ulangi mencubit cuping hidung pada 10-15 menit berikutnya.

Namun, apabila darah dari hidung tetap keluar walaupun sudah mencubit cuping hidung berulang, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

3. Gunakan kompres dingin

Pertolongan pertama mimisan lainnya adalah menggunakan kompres dingin. Kita bisa menggunakan kompres dingin pada hidung agar darah lebih cepat berhenti.

Tetapi, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung, ya. Bungkus es batu dengan handuk atau kain lembut, kemudian tempelkan ke hidung untuk menghentikan mimisan.

Baca juga: Kulit Kering hingga Gusi Berdarah, Tanda Anak Kekurangan Vitamin C

4. Jangan bernapas melalui hidung atau mengeluarkan darah sendiri

Untuk mencegah perdarahan ulang, jangan bernapas melalui hidung, mengeluarkan darah dari hidung, dan tidak berbaring selama beberapa jam setelah mimisan.

Sebaiknya, tetap duduk tegak dan tidak berbaring untuk mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung. Dengan ini, darah mimisan dapat berhenti dengan segera.

Kita juga bisa mengoleskan petroleum jelly ke bagian dalam hidung dengan lembut menggunakan kapas atau jari tangan guna mencegah perdarahan berulang.

5. Semprotkan dekongestan

Jika setelah melakukan langkah pertolongan pertama mimisan di atas dan perdarahan kembali terjadi, tiuplah dengan kuat untuk membersihkan hidung dari pembekuan darah.

Lalu, semprot kedua sisi hidung menggunakan semprotan hidung dekongestan yang mengandung oxymetazoline.

Selain itu, Anda bisa kembali mencubit cuping hidung seperti langkah pertolongan pertama mimisan sebelumnya.

Apabila langkah pertolongan mimisan di atas tak kunjung membuat perdarahan berhenti, sebaiknya segera temui dokter. Terlebih jika darah terus mengalir lebih dari 30 menit.

Kita juga perlu segera menemui dokter karena mimisan apabila:

  • Merasa pusing dan pingsan
  • Minum obat pengencer darah (antikoagulan), seperti warfarin
  • Mengalami gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia sehingga perdarahan tak kunjung berhenti
  • Memiliki gejala anemia, seperti palpitasi jantung, sesak napas, dan wajah pucat
  • Mimisan sering kali datang dan pergi
  • Mimisan terjadi karena kecelakaan, seperti terjatuh, cedera di kepala, atau cedera hidung



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X