Orang Muda Tak Kebal Infeksi Covid-19 dan Alami Gejala Menetap

Kompas.com - 25/09/2020, 19:41 WIB
Penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat melakukan rapid test dan tes usap pada penumpang KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Bogor untuk memetakan sebaran Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat melakukan rapid test dan tes usap pada penumpang KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Bogor untuk memetakan sebaran Covid-19.

KOMPAS.com - Meskipun orang dewasa dan lanjut usia adalah kelompok paling berisiko terinfeksi Covid-19, namun sebuah laporan baru menyebut, orang-orang muda juga dapat menyumbang angka peningkatan kasus Covid-19.

Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) itu merupakan hasil analisis data dari 50 negara bagian dan distrik di Kolombia. Ditemukan 20 persen kasus antara Maret hingga Agustus terjadi pada kelompok usia antara 20-29 tahun, persentasenya lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya.

CDC juga mengungkapkan penurunan usia rata-rata orang yang terinfeksi virus, di bulan Mei  usia rata-rata pasien adalah 46 tahun, menjadi 38 tahun pada Agustus.

Peningkatan kasus Covid-19 di kalangan anak muda sering kali mendahului wabah pada orang dewasa yang lebih tua.

Tren ini paling jelas terlihat di area Tenggara, di mana masuknya kasus kelompok usia 20- 29 tahun terlihat lebih dulu, sembilan hari sebelum wabah di wilayah itu menyerang dewasa usia 40-59.

Baca juga: Orang Muda dengan Kondisi Ini Rentan Terinfeksi Covid-19

Negara bagian Florida, Arizona, Texas, dan Louisiana mengalaminya lonjakan besar kasus Covid-19 selama musim panas, beberapa di antaranya dikaitkan dengan aktivitas di bar dan pesta persaudaraan.

Lusinan perguruan tinggi dan universitas saat ini sedang berjuang melawan wabah.

Perkembangan itu tampaknya tidak unik di AS. Para penulis laporan mencatat adanya pergeseran usia pasien di Eropa selama jangka waktu ini, dengan usia rata-rata turun dari 54 tahun selama Januari hingga Mei, menjadi 39 tahun selama bulan Juni dan Juli.

Selama dua bulan terakhir, hampir 20 persen kasus terjadi di antara usia 20 hingga 29 tahun dan merupakan porsi terbesar daei keseluruhan kasus, angkanya mirip dengan kasus di AS.

Pakar penyakit menular dan sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, Dr. Amesh Adalja, mengaku tidak heran dengan fakta bahwa orang muda mengalami infeksi virus dalam jumlah besar.

Baca juga: 7 Gejala Baru Infeksi Covid-19 yang Mengejutkan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X