Berolahraga Dapat Melindungi Otak walau Sehari-hari Banyak Duduk

Kompas.com - 01/10/2020, 14:11 WIB
Ilustrasi bersepeda Nick WhiteIlustrasi bersepeda

KOMPAS.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami penurunan fungsi organ, termasuk otak.

Otak sendiri terdiri dari beberapa bagian. Salah satunya adalah korteks, lapisan terluar otak.

Secara alami, korteks otak bisa mengalami penipisan kortikal yang berdampak pada penurunan kognitif.

Apabila penipisan terjadi di lobus frontal dan temporal maka bisa menyebabkan penyakit alzheimer atau demensia. Sebab, bagian otak tersebut bertanggung jawab terhadap memori, perhatian, dan perencanaan.

Beruntung, penipisan korteks otak dapat dicegah dengan cara rutin melakukan aktivitas fisik berintensitas sedang hingga berat. Contohnya, lari atau bersepeda.

Latihan harian dapat melindungi otak karena membantu menjaga korteks otak tetap tebal dan sehat. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh British Columbia.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengukur tingkat aktivitas, perilaku sedentari atau banyak duduk, dan ketebalan kortikal terhadap 30 orang dewasa yang berusia rata-rata 61 tahun.

Para peneliti kemudian membandingkan waktu latihan dan berdiam diri peserta selama tujuh hari. Selain itu, dilakukan pula pemindaian MRI untuk mengukur ketebalan kortikal.

Baca juga: Manfaat Olahraga Kardio, dari Kesehatan Otak hingga Fungsi Seksual

Dari pelacakan diketahui peserta penelitian rata-rata melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat selama 70 menit. Sedangkan waktu yang dihabiskan untuk duduk hampir 12 jam.

Berdasarkan hasil pengolahan data dan pemindaian otak, peneliti menemukan fakta bahwa aktivitas fisik tingkat tinggi rupanya terkait dengan ketebalan korteks yang lebih besar, terutama di area lobus frontal. Namun, hal itu tidak berkaitan dengan perilaku duduk.

Seperti yang diketahui, terlalu banyak berdiam diri atau melakukan pola hidup sedentari bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karenanya, perilaku tersebut harus dibatasi.

Baca juga: Malas Gerak, Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

“Salah satu penjelasan potensial dari fakta ini adalah rutin melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat dapat memberikan respons pelindung saraf yang kuat. Hal ini memperbaiki konsekuensi negatif dari terlalu banyak berdiam diri,” tulis penulis penelitian dalam Medicine & Science in Sports & Exercise, seperti yang dikutip Bicycling.

Selain itu, penelitian tersebut mengungkapkan, menjaga korteks tetap tebal dengan olahraga teratur dapat mencegah demensia dan penyakit otak.

Memenuhi pedoman olahraga setidaknya 150 menit seminggu dengan intensitas sedang hingga berat mengurangi risiko penyakit alzheimer hingga 38 persen.

Sekadar informasi, olahraga sedang hingga berat didefinisikan sebagai aktivitas apa pun yang meningkatkan metabolisme tubuh setidaknya tiga kali lipat dari aktivitas istirahat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X