Studi: Tak Perlu Pantang Seks Setelah Serangan Jantung

Kompas.com - 02/10/2020, 10:11 WIB
Ilustrasi Thinkstock/ShironosovIlustrasi

KOMPAS.com – Selama ini ada anggapan kalau berhubungan seks dapat membahayakan orang-orang yang memiliki penyakit jantung. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan, aktivitas seksual sebenarnya aman, bahkan setelah serangan jantung.

Jadi, bagaimana sebenarnya manfaat seks terhadap penyakit jantung? Seks dianggap sebagai aktivitas fisik yang menguntungkan karena dapat menambah kekebalan dan metabolisme tubuh, sehingga disebut dapat meningkatkan harapan hidup.

Selain itu, berhubungan seks teratur dengan pasangan juga mampu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah rendah, meredakan nyeri dan membantu mencegah serangan jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya.

“Orang yang memiliki kehidupan seks yang sehat mungkin memiliki gaya hidup sehat secara keseluruhan. Seks membantu mengatur hormon seperti estrogen dan testosteron, yang memengaruhi semua jenis sistem dalam tubuh, termasuk jantung,” terang Direktur Sexual Health Promotion Lab di the University of Kentucky, Kristin Mark, PhD.

Baca juga: 8 Olahraga untuk Jantung yang Mudah Dilakukan

Secara garis besar, aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi orang-orang dengan penyakit kardiovaskular selama jantungnya tidak lemah secara abnormal dan telah menyelesaikan rehabilitas pasca-serangan jantung.

Direktur Clinical Research di Johns Hopkins Ciccarone Center for the Prevention of Heart Disease Michael Blaha mengatakan, selama jantung kita stabil, maka manfaat yang diperoleh akan sangat besar dibandingkan dengan risikonya.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah studi baru yang mencakup lebih dari 65 pasien di delapan pusat medis Israel mengungkapkan, bahwa aktivitas seksual yang dilakukan setelah serangan jantung membuat harapan hidup yang lebih lama.

Tetapi, kekuatan setiap individu bisa saja berbeda. Sehingga, kita perlu berkonsultasi dengan dokter agar dapat disesuaikan dengan kondisi kita.

Jangan malu atau takut untuk bertanya. Sebab, meski sudah ada banyak bukti bahwa seks dapat membantu meningkatkan kesehatan dan umur, jika ternyata kita tidak cukup sehat itu akan sangat berbahaya.

Baca juga: Pusing Setelah Berhubungan Seks? Mungkin Ini Penyebabnya...

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X