Kompas.com - 08/10/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

 

KOMPAS.com - Isu mengenai gaya hidup keberlanjutan (sustainability) saat ini sedang menjadi tren, khususnya di kalangan anak-anak muda.

Apalagi, ketika aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg (17 tahun) melakukan aksi protesnya soal dampak kerusakan lingkungan yang diikuti demonstrasi di lebih dari 150 negara.

Tentunya, demonstrasi tersebut hanyalah gebrakan awal saja. Tapi bagaimana sih caranya kita bisa benar-benar berkontribusi dalam hidup yang berkelanjutan?

Berikut ini ada beberapa tips mengubah kebiasaan konsumtif kita menjadi lebih ramah lingkungan seperti dilansir dari laman Highsnobiety.

1. Pakai botol air minum yang reusable

Memakai botol air minum yang bisa digunakan kembali (reusable) mencegah kita untuk membeli air kemasan plastik terus-menerus. Selain bisa mengurangi sampah, kita juga jadi berhemat pengeluaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah merek fesyen ternama sudah mulai terjun dalam langkah hidup keberlanjutan ini.

Misalnya saja Prada yang mengeluarkan botol air minum berbahan logam pada bulan Maret. Kemudian, brand Off-White ™ yang merilis kantung botol tahun lalu.

Baca juga: 5 Hal Penting Saat Memilih Botol Minum

2. Membeli barang-barang bekas

Terkadang kita tidak harus selalu membeli barang-barang baru. Cobalah melihat barang-barang bekas yang mungkin memiliki gaya vintage, serta harga yang murah meriah.

Semakin banyak juga brand yang memperbarui produk bekas mereka untuk dikembalikan lagi ke pasar seperti The North Face, Patagonia, Levi's dan Arc'teryx. Mereka tetap menjamin ketahanan barang-barang lama tersebut.

Membeli barang-barang bekas memamg bisa sangat berisiko. Seperti membeli tas Louis Vuitton bekas yang mungkin lebih cepat rusak. Tapi dengan cara ini kita mengurangi sifat konsumtif.

Baca juga: Gucci Ajak Konsumennya Beli Barang Bekas, Apa Alasannya?

3. Cermat memilih produk yang berkelanjutan

Banyak produk yang mengklaim bahwa mereka penganut dari paham hidup berkelanjutan. Sayangnya, klaim itu tidak dibarengi dengan langkah yang nyata.

Maka, kita perlu cermat lagi dalam memilih produk yang benar-benar memiliki makna keberlanjutan sesungguhnya. Apakah produk tersebut bisa bertahan lama? Lalu, bahan apa yang digunakan?

Baca juga: Tips Menerapkan Fesyen Berkelanjutan

4. Beralih menggunakan bahan yang berkelanjutan

Wol merino adalah bahan pakaian dengan teknologi alami yang elastis, anti-mikroba, anti-air, dan dapat menyerap air atau keringat. Bahan yang diproduksi untuk bertahan lama ini juga sangat ringan dan hangat.

Nilai plusnya, wol merino didapatkan dengan mencukur bulu domba merino, jadi bebas dari kekejaman dan benar-benar bermanfaat bagi hewan tersebut.

Selain itu beberapa produk juga mulai mencari alternatif bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti serat bambu, rami dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Slow Fashion, Mode Berkelanjutan demi Kelestarian Bumi

5. Menyewa pakaian

Menyewa pakaian adalah cara yang tepat jika kita merasa tidak bakal sering memakainya. Menyewa pakaian formal  atau pakaian adat telah lama menjadi praktik yang diterima secara sosial.

Perusahaan seperti Higher Studio, HURR, By Rotation, dan The Nu Wardrobe memungkinkan pelanggan untuk menyewa barang-barang yang merekaperlukan dan menukarnya secara teratur.

Ini akan membuat lemari pakaian kita tetap rapi dan mencegah kita membeli barang tidak bermanfaat.

6. Batasi kebiasaan membeli sneaker

Jangan membeli sepatu sneaker hanya karena ingin terlihat gaul dan sebatas mau pamer saja. Hal itu bisa membuat kita mudah bosan yang akhirnya bakal konsumtif lagi buat terus membeli.

Tidak ada salahnya menjadi pecinta sneaker, tapi tetaplah bijaksana. Batasi pembelian sneaker atau mencari brand yang punya program menarik tentang produk sneaker daur ulang.

Baca juga: 4 Tips Menahan Dorongan Belanja Impulsif

7. Pikir dulu sebelum membeli baju

Sama dengan kebiasaan membeli sneaker, kita mesti memikirkan dulu kebutuhan dan manfaat apa yang didapatkan sebelum membeli baju baru. 

8. Membeli produk dari bahan daur ulang

Semakin banyak merek yang menggunakan kembali bahan-bahan daur ulang dan sangat menarik untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan. Adidas telah melakukannya dengan lini sepatu Parley yang terbuat dari limbah plastik.

Brand ini berkomitmen untuk hanya menggunakan plastik daur ulang pada tahun 2024. Sneaker Futurecraft mereka juga terbuat dari bahan daur ulang dan kita dapat mengembalikannya ke Adidas agar bisa dibuat menjadi sneaker lain.

Baca juga: Melihat Sepatu Daur Ulang Adidas Generasi Kedua

9. Jangan membeli barang selama satu tahun

Jika siap untuk melakukan sesuatu yang ekstrim, berkomitmenlah untuk tidak membeli pakaian atau sepatu baru selama setahun penuh.

Melakukan hal ini akan memberi kita waktu untuk menikmati apa yang kita miliki sekarang dan mempertimbangkan kembali kebutuhan.

Baca juga: Tak Bisa Tahan Godaan Belanja? Waspada Gangguan Kejiwaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.