Kompas.com - 12/11/2020, 18:23 WIB
Ilustrasi ayah ShutterstockIlustrasi ayah

Ayah yang terlibat dalam kehamilan dan masa-masa awal kehidupan anak cenderung akan tetap terlibat selama hidup anaknya. Selain itu, ayah ini juga cenderung mengambil tanggung jawab dan pengasuhan anak bersama pasangan.

Penelitian mengungkapkan manfaat lain dari keterlibatan ayah dalam pengasuhan yaitu tingkat kepuasan ibu yang lebih tinggi dan tingkat depresi ibu yang lebih rendah.

Hal lain yang tak kalah penting, keterlibatan ayah dikaitkan dengan kehidupan anak yang lebih baik. Salah satunya anak lebih mungkin mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga: 5 Cara Agar Ayah Lebih Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Selain itu, harga diri anak lebih tinggi terutama di kalangan anak perempuan. Tingkat kejantanan anak laki-laki juga sesuai dengan porsinya.

Kendati keterlibatan ayah dalam seribu hari pertama kehidupan anak sangat penting, tapi ada saja yang menghambat untuk melakukannya. Mulai dari pribadi ayah sendiri, keluarga, masyarakat, kelembagaan, dan kebijakan.

Di Afrika Selatan misalnya. Hambatan ayah untuk terlibat adalah banyak anak yang tinggal jauh dari ayahnya karena pengangguran dan kemiskinan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan di Indonesia, masih ada ayah yang enggan terlibat dalam pengasuhan anak karena steorotip di masyarakat.

Ada yang mengatakan mendidik dan mengasuh anak adalah tugas ibu. Sedangkan ayah harus berjuang keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Memang tidak ada yang salah dari mencari nafkah. Namun satu hal yang perlu diingat ayah, anak lebih menghargai apabila ayahnya hadir dan menghabiskan waktu bersama.

Baca juga: Peran Ayah dalam Keluarga, Bukan Melulu Soal Cari Nafkah

Selain itu, perlu juga peran kebijakan dari pemerintah untuk memfasilitasi pekerjaan dan tanggung jawab dalam keluarga menjadi lebih seimbang.

Contohnya mempromosikan pengasuhan yang setara antara ibu dan ayah. Beberapa negara memiliki kebijakan agar ayah ikut terlibat dalam kehamilan dan masa kanak-kanak.

Misalnya saja Swedia. Pemerintah di sana memberikan cuti tiga bulan kepada ayah untuk ikut mengasuh anak-anaknya.

Dengan begitu, seorang ayah bisa memberikan sumbangan amat berarti bagi kehidupan anaknya.

Baca juga: 6 Langkah Menjadi Ayah yang Lebih Baik

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kind of Life (@my.kindoflife)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.