Kompas.com - 19/11/2020, 10:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Padahal, dikatakan oleh Durvasula, tindakan perpeloncoan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik.

Tapi laki-laki jarang mengakuinya karena besar kemungkinan mereka tidak ingin dianggap lemah. Tentunya anggapan ini salah.

Menurut Durvasula, laki-laki harus mampu mengekspresikan perasaannya dan memiliki batin yang sehat untuk melawan narsisme.

Lewat cara itu, laki-laki bisa saja terlepas dari hubungan toksik dan bahkan mendapat pasangan yang jauh lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.