Kompas.com - 26/11/2020, 12:45 WIB
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes. Getty Images/iStockphotoIlustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.

KOMPAS.com – Diabetes melitus merupakan penyakit penyerta atau komorbid pasien Covid-19 yang berbahaya. Apalagi jika usia pasien sudah lanjut, risiko kematiannya akan meningkat.

Penyandang diabetes diminta untuk lebih waspada dan disiplin menjaga kadar gula darah selama pandemi agar kondisinya sehat dan mencegah komplikasi.

Hal itu berarti pasien harus rutin mengonsumsi obat, melakukan pola makan sehat, serta mengontrol kadar gula darahnya.

Kendati demikian, mayoritas masyarakat masih takut untuk mengunjungi rumah sakit selama pandemi. Dalam survei MarkPlus Industry Roundtable edisi ke-20 disebutkan, 71,8 persen responden tidak pernah mengunjungi rumah sakit atau klinik sejak adanya Covid-19.

Karena tidak pernah kontrol ke dokter, banyak pasien yang gula darahnya tinggi. Pasien pun makin rentan selama pandemi.

“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan kelonggaran bagi penyadang penyakit tertentu untuk datang ke fasilitas kesehatan. Pasien yang berisiko bisa diwakili keluarga, asalkan bukan pasien baru. Pemerintah juga memberikan pengobatan untuk dua bulan sehingga kunjungan menjadi lebih jarang,” kata Prof.Dr.dr.Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, Ketua Umum Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia.

Baca juga: Pahami, Pemeriksaan Tepat untuk Deteksi Diabetes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota Komisi IX DPR, Dr Netty Prasetiyani, M.Si, mengatakan pemerintah perlu melakukan inovasi pelayanan publik untuk pasien diabetes di Puskesmas dengan cara memperkuat berbagai pelayanan dasar.

“Pelayanan minimal yang harus adalah adalah deteksi dini diabetes, cek gula darah, dan memastikan ketersediaan obat-obatan antidiabetes, termasuk insulin,” kata Netty.

Selain itu melakukan langkah mitigasi, yakni bagaimana mencegah agar pasien dengan komorbid yang berisiko mengalami gejala sedang hingga berat saat terinfeksi COVID-19, bisa diminimalisasi.

“Edukasi juga harus terus dikedepankan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif. SDM di Puskesmas bisa menggandeng komunitas-komunitas di masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan diabetes selama pandemi. Komunitas ini biasanya lebih didengar oleh masyarakat,” ujar Netty.

Baca juga: Satgas: Angka Kematian Pasien Covid-19 dengan Komorbid dan Lansia Capai 80-85 Persen

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.